Content: / /

Usul KADIN untuk TTI Australia-Jawa Timur di FISIP Unair

Pendidikan

18 November 2017
Usul KADIN untuk TTI Australia-Jawa Timur di FISIP Unair

Jamhadi menerima cinderamata dari Wakil Dekan FISIP Unair Surabaya

Kerjasama bilateral antara Indonesia-Australia di berbagai bidang dinilai penting, baik dalam kerangka bilateral maupun regional terutama di bidang ekonomi dan sosial budaya. Untuk mengetahui sampai sejauh mana kerjasama antara Indonesia khususnya Jawa Timur dengan Australia, maka Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga Surabaya (Unair) menggelar Konsultasi Publik Indonesia-Australia dengan tema "Challenges And The Way Forward".

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 15 November 2017 di ruang Adi Sukadana lantai 2, Gedung A FISIP Unair Surabaya. Sebagai pembicara dalam kesempatan itu antara lain Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, lalu Viqi Ardaniah

(Head of Global Research Initiative Airlangga Global Engagement), dan Desra Percaya (Direktur Asia Timur dan Pasifik).

Pemilihan Surabaya sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Konsultasi Publik didasarkan pada pertimbangan bahwa Australia merupakan tujuan ekspor terbesar ke-10 bagi Jawa Timur dan sumber impor ke-7 pada tahun 2015, termasuk bidang pertanian.

Mengingat pesatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, Australia telah membuka secara resmi Konsulat Jenderal di Surabaya pada 14 November 2017 untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang terutama pendidikan dan sosial budaya.

Sekitar 9% pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Australia berasal dari Jawa Timur. Hal ini menunjukkan tingginya jumlah pelajar dari provinsi ini dibandingkan provinsi lain di luar wilayah DKI Jakarta untuk belajar di Australia. Selain itu, Surabaya dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi generasi muda Australia untuk belajar di Indonesia melalui program the New Colombo Plan.

Sebagai pembicara dalam Konsultasi Publik tersebut salah satunya ialah Jamhadi. Pria yang jadi Tim Ahli KADIN Jawa Timur ini menyampaikan bahwa secara topografi, Australia dengan Indonesia sangatlah dekat. Dalam hal ini, KADIN sebagai mitra strategis Pemerintah Indonesia memberikan dukungan untuk meningkatkan hubungan dengan Australia melalui Trade, Tourism, dan Investment atau disingkat TTI.

Dari ketiga aspek tersebut, menurut Jamhadi, urusan trade atau perdagangan dari hari ke hari semakin meningkat. Tapi yang patut menjadi perhatian ialah neraca perdagangan Indonesia dan Australia masih defisit. Untuk itulah, KADIN memberi catatan bahwa biarpun neraca perdagangan defisit tidak masalah, asalkan barang yang diimpor dari Australia merupakan bahan baku.

Selanjutnya, agar neraca perdagangan Indonesia-Australia tidak sterus defisit, maka Jamhadi menyarankan supaya Australia bisa melakukan substitusi industri. Artinya, Australia tidak hanya menjual barang ke Indonesia, juga membawa investor Australia menanamkan modalnya ke Jawa Timur.

“Kami dari KADIN bersama Pemprov Jatim akan memberikan jaminan bagi investor Australia. Contoh saja beberapa perusahaan Australia yang berinvestasi di Jawa Timur, seperti Coca Cola Amatil, Blue Scope Steel, Common Wealth, Nuplex, Caterindo, Ernest & Young, dan lainnya,” jelas Jamhadi, yang juga menjabat Direktur Utama PT Tata Bumi Raya sebagai perusahaan general contractor terkemuka di Indonesia.

Sebagai catatan, Jamhadi menyebutkan nilai ekspor dan impor Jawa Timur ke Australia, dan sebaliknya. Pada tahun 2013, ekspor Jawa Timur ke Australia mencapai USD 416,84 juta, impor USD 827,70 juta. Lalu pada tahun 2014 ekspor USD 405,68 juta dan impor USD 565,63 juta.

Berikutnya pada tahun 2015 ekspor Jawa Timur ke Australia sebesar USD 392,52 juta, dan impor USD 555,48 juta. Pada tahun 2016 ekspor USD 358,60 juta, dan impor USD 518,73 juta. Untuk tahun ini, sampai September 2017, ekspor mencapai USD 282,22 juta, dan impor USD 720,86 juta.

Adapun 10 komoditi ekspor utama ke Australia berupa kayu dan barang dari kayu, kertas/karton, daging dan ikan olahan, berbagai barang buatan pabrik, mesin, besi dan baja, plastik dan barang dari plastik, perabot atau penerangan rumah, alas kaki, produk industri farmasi. Dan 10 komoditi impor antara lain gandum-ganduman, perhiasan/permata, kayu atau barang dari kayu, pupuk, garam atau belerang dan kapur, besi dan baja, sisa industri makanan, mesin-mesinan, aluminium, kertas/karton.

Dari sisi investasi, Jamhadi menyebutkan bahwa dari 36 foreign direct investment (FDI) yang ada di Jawa Timur, Australia berada di peringkat ke-15. Dia berharap, hadirnya Konsulat Jenderan (Konjen) Australia di Surabaya bisa meningkatkan nilai investasi Australia di Jawa Timur.

Sebab, beragam kemudahan dan infrastruktur memadai sudah ada di Jawa Timur. Dijelaskan Jamhadi, dari easy doing business, Indonesia di peringkat 72 dari 189 negara, sedangkan Australia di urutan ke-14. Sedangkan cost of living index oleh Numbeo, Indonesia di peringkat 80 dan Australia diperingkat ke-18.

Selain investasi, sektor pariwisata atau tourism harus ditingkatkan. Menurut Jamhadi yang juga Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini, bahwa  turis Australia datang ke Indonesia lebih dari 4000 orang pertahun.

“Kenapa turis itu tidak kita dorong datang ke Jawa Timur? Kalau mereka masuk ke Jawa Timur, maka sektor wisata di Jawa Timur akan tumbuh, dan multiplier effect-nya besar,” jelasnya.

Cara mendorong turis Australia itu datang ke Jawa Timur dengan meningkatkan infrastrukturnya, salah satunya ialah direct flight atau penerbangan langsung dari Surabaya ke Australia atau sebaliknya.

“Jawa Timur memiliki banyak destinasi wisata. Di Pacitan ada pantai, wisata alam di Bromo dan Lumajang, wisata budaya ada situs Majapahit, dan sebagainya. Kami juga ada pelabuhan internasional. Tapi, kendalanya di Surabaya ini belum ada direct flight ke Australia,” jelas Jamhadi.

Disamping itu, diperlukan paket wisata yang terintegrasi dari Bali ke Jawa Timur. “Selain minta adanya direct flight, KADIN ingin ada paket wisata yang menghubungkan dengan Jawa Timur. Misal ke Bali, bisa mampir ke Jawa Timur. Paling tidak turis asing bisa menginap semalam di Jatim,” ujar Jamhadi. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com