Content: / /

Sektor Pertanian Potensial Dikembangkan Jadi Tujuan Wisata

Pariwisata

16 Mei 2017
Sektor Pertanian Potensial Dikembangkan Jadi Tujuan Wisata

Sektor pertanian di Jatim memiliki peranan besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata melalui kegiatan desa wisata. Ini karena produksi dan produktivitas pertanian di Jatim yang cukup besar, memungkinkan banyaknya kegiatan petani yang bisa dijual sebagai kegiatan wisatawan saat berkunjung pada satu tempat tertentu.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif A+CSR Indonesia, Noviansyah Manap, Senin (15/5) di Surabaya dalam acara “Community Based Tourismsebagai Strategic Community Investment  dalam Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”.

Menurutnya,potensi desa wisata di Jawa Timur yang tersebar di 38 kabupaten kota sangatlah luar biasa. Namun sampai saat ini belum optimal wisatawan yang berkunjung ke desa wisata. Oleh karena itu perlu upaya untuk optimalisasi disribusi wisatawan ke desa wisata.

Mengingat desa wisata sengat erat kaitannya dengan pariwisata berbasis masyarakat serta ekonomi kreatif. Hal ini menjadi sengat penting, dengan optimalnya kunjungan wisatawan ke desa wisata sudah barang tentu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas lapangan berusaha bagi masyarakat.

Noviansyah menambahkan, pariwisata adalah harta tersembunyi. Namun, mendesain desa wisata tidak semudah yang dibayangkan. Ketika sebuah program bantuan peningkatan kesejahteraan masyarakat terhenti, ironisnya program yang berjalan di masyarakat juga ikut mandeg. Akhirnya, muncul ketergantungan akut. “Akibatnya, masyarakat sakaw dan sangat tergantung dengan bantuan,” terangnya.

A+CSR Indonesia merupakan lembaga sosial entrepreneur. Sebuah lembaga yang membantu memecahkan masalah sosial melalui bisnis pro masyarakat. Sebelumnya, lembaga ini telah banyak mensupport masyarakat di kawasan sektor pertambangan. Namun, ketika bantuan diberikan pada lingkar perusahaan, dampak negatifnya justru masyarakat yang dibantu lebih jelek daripada masyarakat yang tidak dibantu.

Ketua Yayasan Desa Wisata Nusantara (DEWANUSA) yang juga Ketua Desa Wisata Pentingsari – Yogyakarta, Doto Yogantoro mengatakan, di desa kami tidak ada tempat wisata, namun suasana desa yang kami jual. Potensi yang dijual seperti trecking keliling desa, melihat pertanian kopi,  kebun coklat, dan paket wisata outbond, perkemahan dan lainnya.

“Ketika awal berdiri dan membangun kesadaran masyarakat memang susah, namun seiring waktu, masyarakat mulai sadar dan bisa menerima manfaat dari keberadaan kunjungan wisatawan,” kata Doto.

Untuk membangun jejaring dan mendatangkan wisatawan, pihaknya bekerjasama dengan sedikitnya 50 biro wisata di sejumlah kota, membangun kerjasama dengan sekolah unggulan di Jakarta, dan sejumlah instansi di Yogyakarta dan luar wilayah Yogya.

“Pada saat awal berdiri sekitar April 2008 hingga akhir tahun, bahkan kami tidak mendapat kunjungan wisata, namun dengan semangat dan kerja keras akhirnya sedikit demi sedikit mulai banyak yang berkunjung dan menginap. Ketika mulai bangkit tahun 2010, kami sempat terkena dampak erupsi Gunung Merapi, kunjungan menurun dan kami harus bangkitkan kembali. Ternyata pada tahun ini, kami dipercaya menjadi tempat event nasional bahkan internasional,” tutur Doto. (zainuddin).

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com