Content: / /

SCCF Kembali Menggelar Surabaya Creative Forum

Teknologi

23 September 2017
SCCF Kembali Menggelar Surabaya Creative Forum

Peserta Surabaya Creative City Forum

Kurang lebih 25 orang pelaku industri kreatif di Surabaya berkumpul di Rumah Kreatif BUMN (RKB) Surabaya, di Jl Kharil Anwar pada Jumat siang, 22 September 2017. Pertemuan itu melibatkan 5 sektor, yaitu komunitas, pengusaha, akademisi, media massa, dan Pemerintahan.

Dari komunitas diwakili oleh Zaenal Arifin dari Surabaya Web Community (Suwec) atau Gerdhu, Pemerintahan hadir diwakili dari Dinas Perdagangan Surabaya, Media Massa dari Radio Republik Indonesia (RRI), pengusaha ada Reny Widya Lestari dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Surabaya, dan akademisi dari jurusan arsitektur Universitas Widya Kartika

Semuanya berkolaborasi dalam diskusi Surabaya Creative Forum bertajuk ”Membangun Ekosistem Kota Kreatif Yang Parsitipatif” yang diinisiasi oleh Surabaya Creative City Forum (SCCF). Dalam kesempatan itu, hadir pula ialah Samsul Hadi (Ketua SCCF), Ibu Prasetya (SCCF), Angelia Merry (Sekretaris SCCF), dan Manajer RKB Surabaya, Soraya Ekawati.

Diskusi yang dipandu oleh Angelia Merry yang juga konsultan bisnis ini menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, ialah hasil dari Indonesia Creative City Conference (ICCC) ke-3 yang digelar di Makassar pada 6-10 September 2017.

Kedua, memperkuat simpul-simpul kreatif yang ada di Kota Surabaya. Lalu memetakan komunitas kreatif yang ada di Surabaya dengan merealisasikan direktori. Dan selanjutnya ialah memberikan rekomendasi kepada DPRD Surabaya dan Pemkot Surabaya terkait pentingnya Peraturan Daerah (Perda) Industri Kreatif.

Dari paparan singkat yang disampaikan Ketua SCCF, Samsul Hadi bahwa SCCF membawa tugas agar industri kreatif di Surabaya terus tumbuh. Dan tak lupa, dia kembali mengutip visi dan misi SCCF. Adapun visi SCCF ialah mewujudkan Surabaya sebagai Kota Kreatif berdaya saing global.

Sedangkan beberapa misinya antara lain mewujudkan 10 prinsip kota kreatif, membangun platform informasi dan komunikasi sebagai wadah sinergi berbagai komunitas kreatif Kota Surabaya, memfasilitasi proses kolaborasi kreatif antara birokrasi-akademisi-bisnis-komunitas-media, dan berjejaring dengan kota kreatif di seluruh dunia.

Belum cukup disitu saja. Misi SCCF selanjutnya yang disampaikan Samsul Hadi ialah mendorong terwujudnya Perda Kota Kreatif, menyepakati prioritas Simpul Kreatif  unggulan, meningkatkan Kolaborasi PENTAHELIX dan SIMPUL KREATIF, mewujudkan SURABAYA CREATIVE HUB, dan merealisasikan kerjasama dengan kota-kota kreatif dunia.

“Industri kreatif di Surabaya tumbuh pesar jika didukung Perda Ekonomi Kreatif. Tanpa adanya Perda itu, urusan kota kreatif sulit tertangani dengan baik. Visi misi Surabaya yang tadinya kota industri sekarang jadi kota dagang dan jasa. Dan itu berpengaruh terhadap industri kreatif yang hilang. Sekarang industri kreatif hilang dan tercecer dimana-mana,” jelas Samsul Hadi, yang menjabat juga sebagai Direktur Utama Peac Bromo.

Ditegaskan Samsul, bahwa dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota kreatif tidak bisa dilakukan hanya sepihak saja, tapi melibatkan pentahelix.

The Indonesia Statrup Ecosyemt krn responyya tdk seusia, justru di sidoarjo, penilaiam kota kreatif sdh terjid. Kt tdk bs jalan sdiri harus melibatkan penthelix. Dia memberi contoh, di Kota Bandung ada Bandung Creative Citu Forum (BCCF).

Di kota yang dipimpin Ridwal Kamil ini, kolaborasi pentahelix antara pemerintah, komunitas, media massa, akademisi, dan pebisnis, berjalan seiring dan seirama. Hal yang patut dikagumi dari Bandung ialah cara mempertahankan tempat-tempat yang terbuka agar tidak menjadi kota ekslusif. “Kalau sampai ada penggusuran, berarti kota itu sedang bermasalah,” lanjut Samsul.

Contoh berikutnya yang dipaparkan Samsul ialah Kota Malang dengan Malang Creative Fusion. Kota Malang dan Kota Bandung pernah menggelar ICCC. ICCC pertama di Kota Bandung, dan berikutnya di Malang sebelum digelar ICCC ketiga di Makassar.

Dari Kota Malang itu, Samsul berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa membentuk Komite Ekonomi Kreatif seperti dilakukan Pemkot Malang. Tugas Komite itu diantaranya ialah menyusun roadmap ekonomi kreatif Surabaya.

“Itu menarik dan Pentahelix bisa duduk bersama,” kata Samsul.

Tapi, Samsul tetap bangga karena sekarang ini beberapa sarana dan prasara untuk menumbuhkan industri kreatif telah disediakan. Misalnya co working space yang mulai didirikan di beberapa tempat di Surabaya. Sebut saja diantaranya di bekas gedung Siola, lalu di RKB Surabaya, dan di beberapa tempat yang dimiliki swasta.

Terkait dengan itu, Soraya Ekawati selaku Manajer RKB Surabaya akan tetap mendukung agar industri kreatif di Surabaya bisa dipandang secara nasional, bahkan internasional.

Aya, sapaan Soraya Ekawati, sepakat dengan Samsul bahwa dalam industri kreatif tidak bisa berjalan sendiri, harus ada sinergi antar pihak. RKB, kata Aya, akan terus mendukung dan memfasilitasi pelaku kreatif di Surabaya untuk menggunakan RKB untuk kegiatan kreatif.

“Seperti pertemuan atau pelatihan, kami ada working space walau kapasitasnya terbatas,” ujarnya.

Sedangkan Zaenal Arifin dari Gerdhu yang jadi Koordinator Simpul SCCF bidang aplikasi menyimpulkan, agar Pemkot Surabaya bisa menjalin hubungan baik dengan komunitas kreatif di Surabaya.

Dan lagi, jadwal event kreatif yang digelar di Surabaya harus ditata ulang melalui koordinasi. Hal itu dimaksudkan agar satu event dengan event yang lain dengan tema yang sama digelar secara bersamaan di tempat berbeda.

“Event yang digelar bersamaan bisa berdampak pada sepinya pengunjung di tempat lain. Di tempat satu ramai, di tempat satunya lagi sepi. Maka itu, saran saya, sebelum menggelar event harus dikumpulkan semua, agar terjalin koordinasi dengan baik,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Dinas Perdagangan Surabaya memberi angin segar, jika mulai Januari 2018, Dinas Perdagangan Surabaya akan kembali menjadi Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

“OPD (organisasi perangkat daerah) tentang penambahan industri sudah ada Perdanya,” katanya. (ptms40@gmail.com)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com