Content: / /

Saatnya Indonesia Meningkatkan Ekspor Jasa

Pariwisata

10 Maret 2017
Saatnya Indonesia Meningkatkan Ekspor Jasa

Ekspor jasa Indonesia mencatatkan kinerja yang kurang baik. Padahal, sektor jasa memiliki potensi besar untuk bisa dikembangkan di luar negeri. Ini beberapa catatan Indonesia Service Dialogue (ISD) agar sektor jasa dari Indonesia bisa menguasai dunia.

“Indonesia harus memperbaiki ekspor jasa. Kita masih defisit di sektor tersebut. Karena itu, dari sisi pemerintah, pengusaha, dan akademisi harus berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Kalau ingin meningkatkan sektor jasa, harus meningkatkan SDM dulu,” kata Executive Director ISD, Taufikurrahman di sela dialog bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta dari akademisi di ruang rapat kantor PT HM Sampoerna Tbk, Jl Raya Rungkut Industri pada Jumat 10 Maret 2017.

Para peserta yang hadir meliputi Ir Herliza, M Sc (Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan RI), Agus Mulyono (Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Surabaya), Dr Ir Jamhadi, MBA (Dirut PT Tata Bumi Raya), Sofyan (GM Maerks Line), perwakilan dari PT HM Sampoerna Tbk, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Masih menurut Taufikurrahman, sektor jasa bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, dan pada saat bersamaan juga bisa melindungi kepentingan nasional. Dari catatannya, kontribusi sektor jasa terhadap pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun mencapai 66%, dan bisa menyerap tenaga kerja lebih dari 40% dari total tenaga kerja di Indonesia.

Ada beberapa sektor jasa yang selama ini menjadi andalan Indonesia. Misalnya tourism. Menurut Taufikurrahman, pariwisata merupakan salah satu ekspor jasa, yang bisa mendatangkan devisa bagi negara. “Pariwisata itu model jasa yang mendatangkan devisa, seperti perhotelan,” ujarnya.

Lalu ada lagi sektor jasa kesehatan. Jadi, tenaga kerja kesehatan di Indonesia yang terlatih bisa mendidik perawat di luar negeri, termasuk nurse service. Setiap tahun, belanja kesehatan sampai 30 triliun lebih.

Atau bisa menggabungkan wisata dan kesehatan. Taufikurrahman mencontohkan Singapura, yang sangat maju dalam hal kesehatan, sehingga banyak masyarakat Indonesia memilih berobat ke Singapura.

Potensi ekspor jasa yang lain adalah jasa desain. Jasa desain produk dan desainer fashion bisa ekspansi ke pasar luar negeri. Mereka lebih mudah menjual jasanya dengan dukungan teknologi, misalnya e-commerce.

“Contoh Dito Engnering, yang didirikan 2 orang anak yang ahli desain. Mereka bisa menjual jasa desain ke luar negeri. Kami akan bantu yang lain mempromosikan jasanya ke luar negeri,” jelasnya.

Sektor jasa lainnya adalah jasa konstruksi. Taufikurrahman menjelaskan, potensi ekspor jasa konstruksi ke luar negeri cukuplah besar. Negara-negara yang dituju seperti Myanmar dan Malaysia, yang saat ini gencar dalam pembangunan.

“Dua negara itu butuh jasa konstruksi yang bisa membantu mereka membangun,” jelasnya.

Sektor jasa telekomunikasi juga tak kalah pentingnya. Taufikurrahman mengatakan, di Indonesia terdapat perusahaan jasa telekomunikasi besar, diantaranya Indosat Ooredoo, Telkomsel, dan lainnya. Jadi tak heran apabila belanja telekomunikasi di Jatim sebesar 36 triliun rupiah.

“Atas besarnya potensi itu, Pemerintah bisa membantu akses dan pengembangannya dari sisi regulasi. Negara mana yang butuh jasa, disitu peran pemerintah harus mencarinya.  Pemerintah juga harus mengidentifikasi aturan-aturan di negara lain untuk bisa membangun usaha disana. Dan dukungan intensif fiscal,” jelasnya.

Ketua KADIN Surabaya, Dr ir Jamhadi, MBA sepakat bahwa Pemerintah harus hadir untuk meningkatkan sektor jasa, supaya mengcreate lapangan kerja baru. Jamhadi bercerita, pihaknya belum lama ini sudah mengirim permohonan untuk segara dibuat Peraturan Daerah (Perda) Industri Kreatif, Perda tentang corporate social responsibility (CSR), yang salah satu tujuannya untuk mengembangkan sektor jasa di Surabaya.

“Kalau Perda dirasa rumit, bisa membuat Perwali atau Peraturan Gubernur (Pergub). Selama ini belum ada, makanya kita melengkapi kota itu,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com