Content: / /

Permasalahan UKM dan Solusinya dari KADIN Jawa Timur

Info Kadin

30 Oktober 2017
Permasalahan UKM dan Solusinya dari KADIN Jawa Timur

Jamhadi bersama utusan Presiden RI, serta Alim Markus (CEO) Maspion Group, Abraham Ibnu (Asosiasi Ritel), Liangki Iskandar (Branch Manajer Indomart Gresik), Tamadoy Thamrin (Dirut PT Abbatoir Surya Jaya), hingga Johan Suryadharma (AP5I).

Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi sektor yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim). Kendati demikian, bukan berarti keberadaan sektor UKM tidak lepas dari permasalahan.

Dari data yang diungkapkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jatim, permasalahan itu terdiri dari permodalan, produksi, perizinan, dan keberadaan infrastruktur. Dalam dialog bersama Sekretaris Kepresidenan bersama KADIN Jatim yang berlangsung di ruang pertemuan Four Point Hotel Surabaya, pada Kamis 26 Oktober 2017 lalu, Tim Ahli KADIN Jatim, Mr Dr Ir Jamhadi, MBA, mewakili Ketua Umum KADIN Jatim, Mr La Nyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan bahwa salah satu permasalahan UKM ialah infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur memang benar sudah dikebut dan hal tersebut bisa menurunkan ongkos logistik, tapi sejauh ini yang berperan masih Industri kelas menengah dan besar, sedang untuk Industri Kecil mungkin untuk jangka panjang,” kata Mr Jamhadi.

Dari keterangan yang disampaikan Jamhadi di depan delegasi Presiden Jokowi, bahwa jumlah industri di Jatim sebanyak 812.678 unit usaha, dan mampu menyerap sebanyak tenaga kerja 3.160.463 orang.

Dari jumlah itu, industri besar sebanyak 1.145 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja 372.153 orang, lalu industri menengah sebanyak 20.091 unit usaha yang menyerap tenaga kerja 963.941 orang. Dan industri kecil 791.442 unit usaha, dengan tenaga kerja sebanyak 1.824.369 orang.

Dikatakan CEO Tata Bumi Raya ini, rata-rata di industri kecil itu merupakan usaha mikro kecil menengah (UMKM), yang butuh stimulus baik dari segi permodalan, alat produksi, sampai pada perizinan.

Mr Jamhadi yang menjabat sebagai Ketua KADIN Surabaya ini melanjutkan bahwa KADIN Jatim punya solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Menurutnya, supaya manfaatnya bisa merata terutama ekonomi rakyat kecil secara riil, maka pemberdayaan ekonomi rakyat yang sudah diperbaiki oleh Presiden Joko Widodo, bisa diimbangi dengan, dari semula pembinaan UKM ditingkatkan menjadi UKM skala produksi/industri.

Dengan UKM Industri, KADIN yakin bisa memenuhi kebutuhan konsumen tanpa bergantung pada pihak lain. Sedangkan masalah pemasaran, KADIN bisa mempertemukan pelaku UKM dengan peritel (mart) yang sudah ada di seluruh pelosok tanah air. Dengan demikian, maka tercapai masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

Masalah perizinan

Dari sisi perbaikan perizinan, Jamhadi menyebutkan bahwa hampir seluruh kabupaten kota di Jawa Timur telah menggunakan layanan terpadu satu atap. Namun saat ini biaya perijinan dirasa masih mahal dan memakan waktu yang cukup lama.

Sebab masih terdapat hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan. Misalnya respon negatif bagi sebagian warga (kurang welcome) atas hadirnya investor baru, dengan mengajukan tuntutan-tuntutan yang berlebihan. Misalnya uang kompensasi gangguan debu, suara dan lain-lain, sehingga menyebabkan biaya/cost ekonomi semakin mahal.

Atas kondisi itu, KADIN Jatim mengusulkan perijinan usaha, termasuk Ijin Investasi dan IMB (Izin Mendirikan Bagunan) harus tepat, cepat, mudah dan murah dan sesuai Standard Operation Procedure (SOP) yang telah dibuat.

Kemudian, membuat peta investasi yang dipasang sesuai RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) untuk area/lahan yang ditawarkan ke investor, termasuk sosialisasinya di tingkat kelurahan.

Diharapkan, dengan langkah tersebut, publik tahu bahwa area tersebut akan dibangun commercial area yang nantinya juga memberikan kontribusi lebih pada warga sekitar, sehingga tidak ada upaya-upaya penolakan dari warga dan harus ditaati.

“Dan ketika investor mengajukan ijin maupun survei, segala sesuatunya berjalan lancar dan cepat,” pungkas Dewan Pendiri Surabaya Crative City Forum (SCCF) ini. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com