Content: / /

Perlunya Densus Ekonomi untuk Menambah Jumlah Wirausaha

Pendidikan

26 Oktober 2017
Perlunya Densus Ekonomi untuk Menambah Jumlah Wirausaha

Dr Ir Jamhadi, MBA, menerima cinderamata dari Wakil Rektor I, UPN Veteran Jatim usai jadi pembicara dalam seminar di UPN Veteran Jatim

Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, menyebutkan, Jawa Timur memiliki populasi kaum muda sekitar 60% dari 39,8 juta penduduk. Dan itu merupakan karunia yang besar dibandingkan negara-negara lain di dunia (bonus demografi).

Hanya saja, yang menjadi perhatian KADIN Surabaya ialah jumlah entrepreneur atau wirausaha di Jawa Timur yang masih minim. Tercatat, jumlah pengusaha di Jawa Timur masih sekitar 1,4%. Sedangkan di negara maju yang mampu mensejahterakan rakyatnya, jumlah wirausahanya lebih dari 4%. Untuk itu, Jamhadi memandang perlunya Densus Ekonomi untuk meningkatkan jumlah wirausaha di Jawa Timur.

Berbicara di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Veteran Jatim dalam Seminar Nasional “Peran Ekonomi Dan Pengembangan Kewirausahaan & Industri Kreatif” pada Rabu, 25 Oktober 2017. Jamhadi yang juga jadi Tim Ahli KADIN Jatim ini mengungkapkan, Densus Ekonomi itu yang akan menjadi fasilitator sekaligus tutor untuk meningkatkan jumlah wirausaha serta mendampinginya.

Contohnya ialah KADIN Institute yang dijalankan oleh KADIN Jatim, serta Klinik KADIN Surabaya. “KADIN Institute telah memberikan fasilitas untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Jatim, dan Klinik KADIN Surabaya yang memberikan pelatihan agar UMKM Naik Kelas,” kata Jamhadi.

Dijelaskan CEO Tata Bumi Raya Group ini, banyak cara untuk jadi wirausaha. Salah satunya ialah memiliki mental wirausaha, bukan modal uang yang jadi utama. Dalam menumbuhkan mental wirausaha itu, dibutuhkan belajar, berlatih, bertindak, dan sukses berkelanjutan.

“Untuk jadi juara dalam berwirausaha, kita harus punya asupan yang bermutu, baik ilmu, kerja keras, disiplin, rajin latihan, dan bertanding. Kalau tidak bertanding, maka tidak akan pernah jadi juara. Kita menunggu tumbuhnya wirausaha jangan hanya 4%, tapi 9%, bahkan lebih,” sebut Jamhadi.

Dengan meningkatnya wirausaha di Jatim, maka Jamhadi berharap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim dan meningkatkan jumlah industri. Karena saat ini, ditilik dari data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jawa Timur, jumlah industri besar hanya 0,14% atau 1.145 unit usaha dari total jumlah industri di Jatim sebanyak 812.678 unit usaha. Lalu industri menengah 2,47% atau 20.091 unit usaha, dan industri kecil 97,39% atau 791.442 unit usaha.

Dijelaskan Jamhadi, jumlah industri kecil itu terbanyak ialah unit usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang industri kreatif. “Industri kreatif  telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sektor yang berbasis Industri Kecil dan Menengah (IKM) ini menjadi prioritas dalam pengembangannya karena merupakan padat karya berorientasi ekspor,” jelas Jamhadi, yang belum lama ini menyandang Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Untag 45 Surabaya.

Dijelaskan Jamhadi, industri  kreatif menyumbang sekitar Rp 642 triliun atau 7,05% terhadap total PDB Indonesia pada tahun 2015. Kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner sebanyak 34,2%, mode atau fashion 27,9%, dan kerajinan 14,88%.

Selain itu, industri kreatif merupakan sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dengan kontribusinya mencapai 10,7% atau 11,8 juta orang. “Untuk itu, tugas kita semua dari KADIN dan semua stakeholder untuk mengembangkan wirausaha ini, utamanya di sektor industri kreatif melalui keberadaan Densus Ekonomi. Dengan demikian akan terjadi peningkatan jumlah wirausaha, termasuk daya saing usaha di Jatim,” tegasnya.

Daya saing ekonomi kreatif Indonesia berdasarkan Global Creative Index saat ini berada di urutan ke -115 dengan indeks 0.202, di bawah Australia diurutan pertama dengan indeks 0.970, Amerika Serikat 0.455,9 (urutan ke-2), Singapura 0.896 (urutan ke 9), Filipina 0.487 (urutan ke 52), Vietnam 0.377 (urutan ke 80), Thailand 0.365 (urutan ke 82).
“Daya saing ekonomi kreatif nasional masih lemah, yang ditunjukkan oleh rendahnya skor pada tujuh dimensi ekosistem ekonomi kreatif . Skor tertinggi sebesar 5,3 yaitu pada dimensi Pengembangan Industri dan terendah sebesar 3,5 yaitu pada dimensi pembiayaan,” pungkas Jamhadi. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com