Content: / /

Perkumpulan Apersi Akan Perjuangkan Rumah Subsidi

Properti

05 April 2018
Perkumpulan Apersi Akan Perjuangkan Rumah Subsidi

Pengurus Perkumpulam Apersi Jatim.(M Nadjib).

SURABAYA, Sejumlah pengembang yang tergabung dalam Perkumpulan Apersi (pengembang perumahan seluruh Indonesia) bertekat memperjuangkan pembangunan perumahan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ketua DPD Perkumpulan Apersi Jawa Timur, Mas Guruh Sapto Widodo mengatakan, saat ini asosiasi telah beranggotakan 167 pengembang yang sudah berpengalaman membangun perumahan, setiap anggota itu diharapkan bisa membangun 100 unit rumah subsidi di tiga lokasi berbeda pada tahun ini.

"Harapannya bisa mengurangi angka backlog di Jatim yang masih tinggi. pengembang biasanya memiliki dua atau tiga lokasi perumahan subsidi yang dibangun," ujarnya.di sela pelantikan pengurus DPD Perkumpulan Apersi Jatim di Surabaya, Rabu (4/4).

Perumahan subsidi dengan harga jual Rp130 juta itu, diakui Guruh cukup besar peminatnya. Tak heran jika langsung habis ketika dipasarkan.

Untuk menggenjot pembangunan rumah subsidi itu, Perkumpulan Apersi bakal menggelar beberapa program kerja, mulai dari audiensi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait penyederhanaan sertifikat saat splitsing (pemecahan sertifikat), misalnya untuk MBR biayanya bisa Rp400-500 ribu dari semula Rp900-1,2 juta. Selain itu proses waktu yang dibutuhkan dalam spletsing diharapkan tidak bgitu lama  ini.

"Kalau Pasuruan dan Lumajang lama prosesnya," timpal M. Rumpi Mashudy, wakil sekretaris Perkumpulan Apersi.

Perkumpulan Apersi juga akan mengoptimalkan pembiayaan baik dari BTN, bank Jatim maupun perbankan lainnya yang mensuport proyek perumahan subsidi.

Demikian pula dengan PLN, dalam penyediaan jaringan hingga penyambungan diharapkan antara daerah yang satu dengan lainnya bisa merata.

Sekjen DPP Perkumpulan Apersi, Hendro Rosanto menjelaskan, membangun rumah subsidi harus dimulai dari keikhlasan pengembang, sebab margin keuntungan yang didapat sangat kecil dibandingkan rumah komersil. Biasanya, lanjut Hendro, pengembang dalam membangun komplek hunian menerapkan komposisi 20 % rumah komersil dan 80 % rumah subsidi.

"Jadi rumah MBR dan komersil sama sama jalan, ini menyiasati kalau nunggu PSU dari pemerintah biasanya lama, makanya ada komersil untuk menggendong fasilitas di kawasan perumahan itu," terangnya.

Perkumpulan Apersi, lanjut Hendro, terus membuka bagi pengembang manapun masuk ke dalam asosiasi ini, termasuk pengembang yang dulunya tergabung di organisasi Apersi untuk berjuang sama sama membangun rumah bagi MBR.

Direktur PT Lintang Jaya Group, Developer rumah subsidi terkemuka , Lamiranto menjelaskan, sepanjang tahun 2017 lalu, pihaknya bisa membangun 400 unit rumah subsidi, sementara tahun ini membangun 300 unit di Banjaran Driyorejo Gresik, 200 unit di Mojosari Mojokerto dan 200 unit di Bondowoso.

"Rumah subsidi yang kami bangun tetap memperhatikan kualitas bangunan, tidak asal asalan," jelas pria yang juga wakil ketua bidang rumah sejahtera, tapak dan rusun Perkumpulan Apersi Jatim.
Hal serupa juga diakui Koko Wijayanto, wakil ketua bidang organisasi, pihaknya telah membangun 1000 unit rumah subsidi di Benjeng Gresik.  Jib

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com