Content: / /

Perhiasan Emas dan Permata Jadi Andalan Ekspor Jatim

Fashion

16 November 2017
Perhiasan Emas dan Permata Jadi Andalan Ekspor Jatim

Gubernur JAtim Dr H Soekarwo memperhatikan produk perhiasan asal Jatim.(zainuddin).

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyebutkan, Oktober 2017 ekspor non migas perhiasan permata (HS 71) Jawa Timur sebesar 182,34 juta dollar AS turun 42,67 persen dibandingkan transaksi sebelumnya yang mencapai 318,05 juta dollar AS. Meskipun nilainya turun sampai saat ini kelompok perhiasan permata masih menjadi andalan ekspor Jawa Timur.

Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono di kantornya Surabaya, Rabu (15/11/2017) mengatakan, kelompok barang perhiasan, emas dan permata berkontribusi sebesar 11,44 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur pada Oktober 2017 sebesar 1,69 miliar dollar AS.

Turunnya nilai ekspor non migas perhiasan permata dikarenakan karena volume ekspor kenegara-negara tujuan seperti Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa turun dari 239,28 ribu ton menjadi 149,18 ribu ton. Disamping itu juga dikarenakan harga emas dunia juga turun dari sebelumnya 159,62 dollar AS per kg menjadi 122,27 dollar AS per kg.

Peringkat kedua ekspor non migas Jawa Timur ditempati komoditi  Lemak dan Minyak Hewan atau Nabati (HS 25) yang menyumbang nilai ekspor sebesar 7,88 persen atau senilai 125,66 juta dollar AS. Adapun kelompok komoditi ini utamanya dikirim ke negara Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar 50,66 juta dollar AS.

Kelompok barang yang menduduki peringkat ketiga adalah tembaga (HS 74) dengan nilai ekspor sebesar 125,66 ribu dollar AS. Kelompok barang ini naik 10,69 persen dari bulan sebelumnya dan menyumbang sekitar 7,65 persen dari total ekspor nonmigas. Kelompok komoditi ini utamanya dikirim ke Malaysia dengan nilai 55,06 juta juta dollar AS.

Kelompok perhiasan permata juga masih menduduki menempati peringkat pertama ekspor non migas secara kumulatif selama Januari-Oktober tahun 2017, dengan transaksi sebesar 2,71 miliar dollar AS. Namun nilai tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 yang mencapai 3,82 miliar dollar AS. Sementara itu peringkat kedua dan ketiga diduduki oleh kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati dengan nilai sebesar 1,15 miliar dollar AS serta kelompok kayu, barang dari kayu sebesar 1,05 miliar miliar dollar AS.

Pada Oktober 2017, ekspor Jawa Timur masih didominasi oleh sektor industri dengan nilai 1,43 miliar dollar AS dan memberikan kontribusi sebesar 84,95 persen. Sementara itu, ekspor sektor pertanian berada diurutan berikutnya dengan peran sebesar 9,11 persen 153,90 juta dollar AS. Ekspor dari sektor pertambangan dan lainnya mempunyai nilai terkecil dengan peran sebesar 0,32 persen 5,36 juta dollar AS.

Ekspor non migas Jawa Timur Pada Oktober 2017 menempati peringkat dua dan memberikan kotribusi 11,07 persen dari total ekspor nasional pada Oktober 15,09 miliar dollar AS, dengan komoditi perhiasan permata dan CPO. Peringkat pertama adalah Jawa Barat dengan kontribusi 17,40 persen dengan produk utama ekspor kendaraan bermotor dan sukucadangnya. Disusul Kalimantan Timur dengan kontribusi 10,46 persen produk ekspornya CPO dan Batubara serta Riau menyumbang 9,60 persen produk unggulannya CPOI. (zainuddin).
 

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com