Content: / /

Pengusaha Laos Beri Peluang Produk Jatim Masuk ke Negaranya

Info Kadin

17 Oktober 2017
Pengusaha Laos Beri Peluang Produk Jatim Masuk ke Negaranya

Jamhadi (ketiga dari kiri) bersama delegasi pengusaha Laos di Jakarta belum lama ini

Para pengusaha Laos yang tergabung dalam Lao National Chamber of Commerce and Industry (LNCCI) menggelar pertemuan bisnis dengan pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Pertemuan digelar di Grand Hyatt Hotel Jakarta pada 11-12 Oktober 2017, dengan dihadiri Perdana Menteri (PM) Laos, Y M Thongloun Sisoulith beserta delegasi pengusaha Laos berjumlah 38 orang dari berbagai sektor usaha.

Sektor itu terdiri dari pengusaha pertambangan, logistik, real estate, konstruksi, dan pembangkit listrik. Bahkan, hadir pula pengusaha sektor tenaga air, agribisnis, furnitur, layanan ICT, karet, migas, perbankan, pendidikan, automotif hingga perhotelan.

Adapun Kadin Indonesia diwakili oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Benny Soetrisno. Hadir pula dalam pertemuan itu beberapa perwakilan KADIN Daerah, salah satunya ialah KADIN Jawa Timur yang diwakili Dr Ir Jamhadi, MBA, selaku Tim Ahli KADIN Jawa Timur yang ditugaskan oleh Ketua KADIN Jawa Timur, Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti.Dalam keterangannya usai mengikuti pertemuan itu, Jamhadi menuturkan bahwa pertemuan antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha Laos telah membuka peluang usaha baru bagi kedua negara.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Jamhadi untuk menawarkan keunggulan produk-produk di Jawa Timur. Dan pengusaha Laos meminta Jamhadi, agar pengusaha Jawa Timur bisa berjualan di Laos.

 “Inilah kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh pengusaha dari Jawa Timur. Pengusaha asal Jawa Timur diajak jualan apapun kesana, bahkan kami diundang khusus untuk memperkenalkan dan menawarkan produk di Jawa Timur,” kata Jamhadi yang juga menjabat sebagai Ketua KADIN Surabaya ini.

Jamhadi menyebutkan, produk yang dibutuhkan olah Laos diantaranya pakan dan olahan ternak, farmasi, alas kaki, kosmetik, garmen, obat-obatan, kertas, produk elektrik. Sementara jasa yang dibutuhkan ialah tenaga medis, hotel, pipa, kemasan, telekomunikasi, audiovisual, restoran, dan travel agent. Jika berinvestasi ke Laos, sektor yang dibutuhkan ialah investasi di bidang pertambangan, hydropower, konstruksi, hotel dan restoran.

Sejauh ini, produk dan jasa itu dipenuhi oleh negara-negara dari Uni Eropa, Thailand, Amerika Serikat (USA), China, Jepag, Vietnam, dan negara-negara di ASEAN. Sedangkan investor terbesar di Laos ialah China, Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan.

Menurut Jamhadi, industri di Laos juga tumbuh. Disana, industri utama ialah pakaian, hydroelectricity power, kayu, dan industri lainnya. “Laos juga dikenal sebagai negara penghasil kopi. Jadi, tidak heran jika ekspor utama dari Laos ialah kopi, elektrik, pakaian, kayu dan produk dari kayu, gypsum, baja. Sedangkan impor utama ialah mesin industri,bahan kimia, besi, dan baja,” jelas Jamhadi, selaku CEO Tata Bumi Raya Group.

Saat pertemuan dengan delegasi bisnis Laos itu, Jamhadi heran saat mendapat pengakuan dari pengusaha Laos. Menurut Jamhadi yang baru terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Untag 45 Surabaya ini, bahwa upah minimum tenaga kerja di Laos terbilang murah, yakni USD 118,80 perbulan atau Rp 1,5 juta per bulan. Sewa lahan juga sangat murah, hanya sekitar Rp7.000 peremeter persegi.

Dari sisi produktivitas, pekerja di Laos tidak kalah dengan pekerja di Indonesia. “Di Laos upah murah. Disamping itu, Laos mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. GDP yang tercatat yakni growt rate 8.0%, dengan GDP per kapita USD 1.628 per orang,” terang Jamhadi. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com