Content: / /

Peluang Pasar Kerajinan Rotan di Thailand Cukup Besar

Keuangan

01 Desember 2016
Peluang Pasar Kerajinan Rotan di Thailand Cukup Besar

Chilman Suaidi, Stella Kusuma, Toferry Primanda Soetikno, Jamhadi, dan Hj. Haryati Setyorini

Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Embassy of The Republic of Indonesia) melakukan kunjungan kerja ke Surabaya. Salah satu tempat yang dikunjungi ialah sekretariat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, di Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25, Jl. Ngagel Jaya Selatan, Surabaya.

Utusan KBRI itu ialah Wakil Kepala KBRI Bangkok, Toferry Primanda Soetikno dan Sekretaris Ketiga Bidang Ekonomi KBRI Bangkok, Stella Kusuma. Keduanya ditemui oleh Ketua KADIN Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, dan pengurus KADIN Surabaya yaitu Chilman Suaidi, serta Dr. Hj. Haryati Setyorini. SE. MM. MBA.

Selama pertemuan itu, banyak hal yang dibahas, diantaranya peluang ekspor kerajinan rotan ke Thailand. Kebetulan, Chilman Suaidi merupakan pengusaha kerajinan rotan yang produknya sudah diekspor ke berbagai negara, termasuk negara-negara di Asia Tenggara.

Hasil kerajinan rotan berupa furnitur, aksesoris, kursi, meja, dan alat-alat rumah tangga lainnya sangat digemari oleh konsumen dalam negeri dan luar negeri. Saat perbincangannya dengan Toferry Primanda Soetikno, Chilman meminta KBRI di Thailand untuk memberikan akses pasar kerajinan rotan seluas-luasnya di Thailand.

Menurut Chilman, kerajinan rotan merupakan produk yang eco friendly atau ramah lingkungan dari pada rotan sintetis. Keberadaan rotan di dalam ruangan bisa meredam panas yang ditimbulkan oleh cahaya matahari atau lampu.

Pemakaian kerajinan rotan sangat direkomendasi untuk ruangan tertutup tembok. Chilman mengatakan, di Negara-negara maju saat musim dingin, pemakaian furnitur berbahan rotan sangat banyak.

“Orang kaya di negara-negara maju kalau musim dingin, dia menggunakan furnitur, dan produk yang dibutuhkan lainnya ialah elektronik. Perabot lama dibuang,” kata Chilman.

Meski kerajinan rotan ramah lingkungan dan terbuat dari bahan dasar rotan, dia tak khawatir kehabisan bahan baku. Karena sekarang ini sudah terbentuk klaster rotan di Kalimantan dan Sulawesi.

Kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI No 36/M-DAG/PER/8/2009 tentang ketentuan ekspor rotan yang ditetapkan pada 11 Agustus 2009, juga dinilai sangat menguntungkan pengrajin rotan. Artinya bahan baku rotan di dalam negeri terjamin dan diekspor sudah menjadi produk yang bernilai tambah.

“Kerajinan rotan dari Jawa Timur sudah punya pasar di luar negeri. Kami harap KBRI di Thailand bisa membantu memfasilitasi promosi dan pemasarannya,” kata Chilman.

Menanggapi itu, Toferry Primanda Soetikno menyampaikan bahwa selama ini pengusaha Indonesia banyak memasok onderdil mobil untuk pabrik otomotif di Thailand. Padahal, produk lainnya seperti kulit dan bahan dari kulit, alas kaki, makanan dan minuman, perikanan, dan snack, masih minim pelaku di tengah besarnya permintaan di Thailand.

“Karena itu kami harap pengusaha Indonesia bisa memanfaatkan peluang itu,” kata pria yang baru menjabat 2 bulan sebagai KBRI Bangkok ini. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com