Content: / /

Optimisme Dunia Usaha Jawa Timur Menyongsong 2017

Keuangan

15 Desember 2016
Optimisme Dunia Usaha Jawa Timur Menyongsong 2017

Para pembicara dalam Forum Ekonomi. Dari kiri : Rudi Purwono, Jamhadi, Taufik Saleh

Pergantian tahun dari 2016 ke 2017 tinggal menghitung hari. Menatap tahun 2017, dunia usaha ada yang optimis, dan tak jarang bersikap pesimis. 

Tapi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menargetkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% atau sama dengan target tahun ini sebesar 5,6%. Untuk mencapai itu bukanlah perkara mudah, karena banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Satu diantara tantangan itu ialah melemahnya daya beli masyarakat Eropa, sehingga berdampak terhadap ekspor produk Jawa Timur ke Eropa. Selain itu, terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), yang dinilai banyak kalangan bisa menjadi gangguan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Jawa Timur. Hal tersebut karena kebijakan ekonomi Donald Trump yang terlihat proteksionis.

Lalu bagaimana cara Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama stakeholdernya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2017?

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, Rudi Purwono (Ekonom Unair), Taufik Saleh (Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur), dan Nur Cahyudi (Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha/Forkas Jatim), berbagi informasi dan fakta-fakta terbaru dalam Forum Bisnis "Economic Outlook 2017" dengan tema : Eksis Dalam Bisnis. 

Acara ini diselenggarakan radio Pas FM dengan didukung oleh Hotel Santika, dan bertempat di Resto Kemangi, Hotel Santika, Jalan Pandegiling No 45 Surabaya, pada Kamis 15 Desember 2016.  

Kepada peserta forum, Jamhadi menilai bahwa Jawa Timur memiliki potensi yang luar biasa. Ada 3 sektor yang difokuskan Pemprov Jawa Timur untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, yaitu Trade, Tourism, dan Investment (TTI).  

Dari sektor investasi, Jamhadi mengatakan bahwa upaya Pemprov Jatim menggaet investor cukup berhasil. Setidaknya, ada 36 negara foreign direct investment (FDI) yang sudah bekerja di seluruh Jawa Timur. Dan 10 besar dari negara-negara itu diantaranya Singapura, Jepang, dan Malaysia.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis," katanya. 

Sekarang ini, investasi ke Jawa Timur lebih diarahkan ke investasi barang substitusi untuk memenuhi bahan baku industri agar tidak impor. Begitu pula terkait dengan tenaga kerja, KADIN mengusulkan agar Jawa Timur perlu adanya Productivity Center. 

"Untuk mendirikan Productivity Center, sarananya sudah punya. Hanya struktur organisasinya yang perlu diganti. Dulu banyak pegawai negeri sebagai trainernya, sekarang trainernya harus dari industri supaya setiap tahun kenaikan upah ada jalan keluarnya," jelas Jamhadi. 

Sektor lain ialah perdagangan. Menurut Jamhadi, perdagangan Jawa Timur disokong oleh perdagangan antar pulau disaat ekspor mengalami pelemahan. 

Dak sektor pariwisata, diakui Jamhadi, bahwa Jawa Timur masih tertinggal, terutama dari sarana sanitasinya. Padahal, potensi wisata di Jawa Timur cukuplah besar. Di Jawa Timur, destinasi wisatanya ada Bromo di Probolinggo, di Banyuwangi terdapat Pantai, dan sebagainya.  

"Jika sektor wisata berkembang maka UKM juga bisa merasakan keuntungan. Oleh karenanya, harus ada upaya membuat paket wisata. Misalnya paket wisata Jatim-Bali," katanya. 

Taufik Saleh dalam forum yang sama menyampaikan bahwa Jawa Timur akan tetap optimis menyongsong tahun 2017. Bank Indonesia memandang, selama tahun 2016 memang ada banyak masalah dan harus diselesaikan. Masalah itu meliputi pengupahan, perizinan bisnis, pembiayaan, dan infrastruktur. 

Namun, dibalik masalah itu ada optimisme. Makanya, Bank Indonesia yakin target pertumbuhan sebesar 5,6% bisa tercapai. 

"Kalau Jawa Timur kami optimisme karena kekuatan daya beli penduduknya, investasi perusahaan besar, dan ekspor impor," katanya.

Dia melanjutkan, anggaran pemerintah besar hingga mencapai 104 triliun rupiah, tapi peran pemerintah daerah masih kecil. Tapi Pemerintah Jawa Timur punya inovasi dan kemauan kuat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi. 

Penguatan melalui masyarakat dengan korporasi. Contohnya pembangunan pelabuhan dengan corporate bond.  

"Apa mungkin bisa dibiayai dengan bond ? Ini harapan yang bisa kita munculkan," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Rudi Purwono menyampaikan bahwa salah satu kekuatan ekonomi ialah pertanian. Sementara Nur Cahyudi mengapresiasi terhadap paket kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah. 

"Paket kebijakan memiliki daya dorong terhadap sektor industri. Tapi banyak yang harus diperbaiki, termasuk kemiskinan, pengangguran, dan masalah sosial lainnya," jelasnya. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com