Content: / /

Mewujudkan Surabaya Kota Kreatif Berdaya Saing Global

Keuangan

15 Januari 2017
Mewujudkan Surabaya Kota Kreatif Berdaya Saing Global

Moh Mahmud (DPRD Surabaya), Liliek Setiawan, Hj Ida Aju Brahmasari, Eko Pamuji, Samsul Hadi

Ada impian yang ingin dicapai Surabaya Creative City Forum (SCCF) di Kota Surabaya. Ada peluang yang harus diraih Surabaya Creative City Forum untuk membawa Kota Surabaya masuk ke dalam jejaring kota kreatif UNESCO. Dan semua itu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak, tapi butuh pihak lain untuk bersinergi dalam mencapai setiap tujuan.

Makanya, pada 4 Mei 2016 lalu, SCCF mendeklarasikan Kolaborasi Pentahelix, yaitu sinergi antara bisnis, akademisi, komunitas, pemerintah, dan media.Hadir dalam acara itu ialah Dr Ir Jamhadi, MBA (Dewan Pendiri sekaligus Ketua Kamar Dagang dan Industri/KADIN Surabaya), Drs Samsul Hadi (Ketua SCCF),  Wisnu Sakti Buana (Wakil Walikota Surabaya), Hendra Adidarma (Presiden Director PT Propan Raya), Armudji (Ketua DPRD Surabaya), Ir Purwanita Setijanti, M. Sc., Ph. D (Dekan Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan/FSTP ITS), serta sejumlah tamu lainnya dari komunitas, media, hingga pengusaha.

Menindaklanjuti sinergi Pentahelix itu, SCCF pada Hari Ulang Tahun ke-1 menggelar Diskisi Creative City Forum di Gedung Graha Wiyata, Lantai 1 Universitas 17 Agustus (Untag) 1945. Diskusi itu bertemakan “Mengakselerasi Sinergi Pentahelix Dalam Mewujudkan Surabaya Kota Kreatif Berdaya Saing Global”, yang dimulai jam 08.30-12.30 WIB.

Sesuai dengan temanya, diskusi itu membahas tentang upaya agar Kota Surabaya memiliki Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif. Menurut Samsul Hadi, saat ini pelaku industri kreatif masih dibingungkan dengan pihak yang menangani industri kreatif, apakah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagin) atau Dinas Pariwisata.

Samsul mengajak agar sinergi Pentahelix memiliki bentuk kerja yang konkret, karena selama ini bentuknya tidak banyak meski sudah berkolaborasi. Karena itu, Samsul berharap ada penguatan peran masing-masing simpul kreatif yang tergabung dalam Pentahelix.

Pada bulan Mei 2017 nanti atau bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya, Samsul mengatakan bahwa SCCF akan menggelar event yang bisa digarap bersama antar 5 pilar Pentahelix.

Meski tak menyebut secara rinci, namun Samsuk memastikan event itu akan lebih semarak dari pada Jember Fashion Carnival.

Sekretaris Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Eko Pamudji siap mengawal setiap kegiatan yang diadakan SCCF. Sebagai bagian dari industri kreatif, media akan berperan dalam menyosialisasikan setiap program atau kegiatan yang dilaksanakan SCCF bersama stakeholdernya.

“Nama SCCF belum banyak dikenal di Surabaya. Disitulan peran kami untuk menyosialisasikan ke masyarakat. SCCF harus bekerjasama dengan media, dan media akan melakukan fungsi control dan menyampaikan informasi ke masyarakat,” kata Eko Pamuji.

Hj Ida Aju Brahmasari, Dipl. DHE, MPA (Rektor UNTAG 45 Surabaya) mewakili akademisi siap untuk mensosialisasikan program atau visi dan misi SCCF. Dia menyadari, selama ini hanya beberapa kampus yang sudah melakukan kegiatan bersama dengan SCCF. Dia ingin, kampus se-Surabaya terlibat dalam pemetaan untuk membawa Surabaya masuk jejaring kota kreatif UNESCO.

“Masalahnya tidak banyak kampus yang tahu ada SCCF. Kami akan bantu sosialisasi program SCCF,” katanya.

Menurut Ida, dalam sinergi Pentahelix, peran akademisi ialah jadi konseptor. Akademisi bisa bekerjasama dengan pemerintah dan industri skala besar atau kecil. Selaku Ketua Ikatan Sarjana Wanita Jawa Timur, dia ingin menggandeng SCCF untuk menjadi juri dalam pemilihan Putri Kampus pada April 2017 mendatang, dengan tagline Smart Creative and Care.

Dari sisi komunitas, Liliek Setiawan, SE (Sekjen Indonesia Creative City Network/ICCN) mengatakan bahwa ICCN hadir menjadi wadah bagi pelaku usaha kreatif di beberapa kota. Saat ini, ICCN sudah memiliki 64 OKK di Kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pihaknya menargetkan, pada tahun 2020 nanti akan terbentuk 200 OKK di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Untuk mencapai target itu, ICCN akan menggelar Indonesia Creative City Conference (ICCC) di Kota Makassar pada September 2016. ICCC pernah digelar di Kota Solo pada tahun 2015 dan Kota Malang pada tahun 2016.

“Setiap perwakilan kami di daerah bisa mengajak simpul kreatifnya antara 3-5 komunitas,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com