Content: / /

Limbah Ikan Jadi Pakan Ikan Bergizi

Pendidikan

22 Desember 2017
 Limbah Ikan Jadi Pakan Ikan Bergizi

Novia Adliana (kiri) dan Andina Wiwaswati (kanan) mengapit Dr Awik Puji Dyah bersama produk pakan ikan Z-Fosh di depannya.(ist/zainuddin).

Nelayan Kenjeran Surabaya kini tidak perlu lagi membuang sisa ikan dari proses pengasapan ikan, karena limbahnya sudah didaur ulang, dan laku dijual dengan harga ekonomis. Padahal dikawasan itu banyak home industri pengasapan ikan.


Dalam proses pengasapan ikan, ada beberapa bagian ikan yang dibuang, seperti  insang, ekor, dan jeroan. Padahal itu kan kaya protein dan dapat diolah menjadi pakan ikan bergizi serta bernilai ekonomis.


Tim peneliti dari Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengolah limbah ikan menjadi pakan ikan berprotein tinggi, dan bernilai jual ekonomis. Penelitian ini berpotensi meningkatkan produksi ternak ikan serta mengurangi pencemaran lingkungan.


Penelitian yang diinisiasi oleh Dr Awik Puji Dyah Nurhayati SSi MSi itu ternyata mampu menyulap limbah ikan pengasapan di daerah Kenjeran, Surabaya menjadi pelet ikan berprotein tinggi. Riset yang digawangi Awik bersama dua rekan dosen lainnya, yakni Dr rer nat Edwin Setiawan MSc dan Dr Dewi Hidayati MSi, ini dimulai sejak tahun 2012 sebagai program pengabdian masyarakat bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITS.


Menurut Awik, selama ini limbah ikan tidak memiliki nilai jual. Jika dibiarkan menumpuk, limbah ini akan menyebabkan pencemaran organik, bau, dan mengurangi nilai estetika lingkungan sekitarnya. Untuk mengatasi masalah itulah, Awik mencoba merekayasa limbah tersebut di Laboratorium Zoologi dan Rekayasa Hewan di Departemen Biologi ITS. Produknya ini kemudian ia sebut Zuper Food Fish (Z-Fosh).


Bayu Laksono Putra, salah satu mahasiswa anggota penelitian, mengungkapkan bahwa limbah ikan yang dibuang ke laut dapat menyebabkan pencemaran dan merusak ekosistem. Tim Z-Fosh juga menggunakan limbah hasil pengasapan ikan, keong sawah, dedak, tepung tapioka, vitamin konsentrat, daun pepaya, dan ragi tempe. Cara pembuatannya pun cukup mudah. Hanya dengan melumatkan dan mencampur adonan, setelah itu mencetak bentuk pelet. “Cetakan tersebut kemudian dikeringkan supaya tahan lama,” imbuhnya.


“limbah ikan harus direbus dan dipisahkan lemaknya, setelah itu dikeringkan di oven. Sementara keong sawah harus dicuci dulu, kemudian dikukus dan dipisahkan dari cangkangnya,” kata Bayu..

Diungkapkan Bayu, pelet ikan Z-Fosh kini telah diterapkan sebagai pakan ikan lele dumbo. Lele dumbo dikenal memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat dibanding ikan lain. Produk Z-Fosh dijual seharga Rp 13.000 per kilogram. Produk ini jauh lebih murah daripada harga pakan lain di pasaran.


“Sekitar 60-70 persen dana ternak ikan itu digunakan untuk membeli pakan. Pelet Z-Fosh ini dapat digunakan sebagai upaya terobosan untuk penghematan biaya ternak ikan,” tutur mahasiswa asal Jember itu.

Saat ini jelas Bayu tim Departemen Biologi ini sedang fokus pada tahap pengembangan dan perbaikan mutu produk. Ke depannya, pelet ikan ini akan diproduksi dalam skala industri dan dipatenkan. (zainuddin).

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com