Content: / /

KADIN Pusat Sosialisasi Program Vokasi dengan KADIN Jawa Timur

Keuangan

08 Oktober 2016
KADIN Pusat Sosialisasi Program Vokasi dengan KADIN Jawa Timur

Pengurus KADIN Indonesia usai rapat dengan KADIN Jawa Timur dan KADIN Surabaya di Kantor Kadin Jawa Timur

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bersama dengan Pemerintah menggagas pentingknya program vokasi, pemagangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan daya siang industri nasional.

Untuk mencapai itu, perwakilan KADIN Indonesia melakukan sosialisasi ke berbagai daerah. Daerah yang dituju salah satunya ialah Jawa Timur. KADIN Pusat yang diwakili oleh Wakil Ketua Komtap Pelatihan, Miftahuddin dan Wakil Ketua Komtap Ketenagakerjaan Luar Negeri, Muhammad Nur Hayid, melakukan rapat koordinasi dengan KADIN Jawa Timur pada Rabu, 5 Oktober 2016.

Tampak hadir dalam rapat yang digelar di Kantor KADIN Jawa Timur antara lain Pelaksana Tugas (Plt) KADIN Jawa Timur, Deddy Suhajadi, Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Kadin Jawa Timur, Diamal Azis, Pengurus KADIN Jawa Timur yang juga mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Hary Sugiri, Tim Ahli KADIN Jawa Timur, Dr Ir Jamhadi, MBA, pengurus KADIN Surabaya, Wahyu Kusumo Hadi dan Timbul Daud Mauritz Nainggolan, serta beberapa pengurus lainnya.

Rapat koordinasi ini diantaranya membahas tentang kerjasama antar semua stakeholder untuk membangun SDM yang handal dan kompetitif di masa mendatang.

"Kami ingin bersama-sama membangun skema vokasi ini dengan teman-teman KADIN daerah. Tentu masing-masing daerah akan berbeda, tapi kita perlu sinergi," kata Miftahuddin.

Menurut Miftah, Indonesia mempunyai contoh banchmarking yang bisa dijadikan model. Misalnya mencontoh Jerman yang umurnya sudah ratusan tahun, atau Jepang yang yang sudah sekitar 70 an tahun.

"Atau kita mencontoh Malaysia yang sudah 30-an tahun. Kita? Ini baru akan mulai. Kita tidak perlu harus mengejar Malaysia, tapi bagaimana kita bisa melakukan shortcut," terang dia.

Plt Ketua KADIN Jawa Timur, Deddy Suhajadi mengatakan, tenaga kerja di Indonesia saat ini tidak hanya butuh sertifikat dan ijazah, tapi juga butuh skill dan kompetensi yang riil.

“Saya tegaskan, kampus, universitas juga banyak berpeluang menyumbang pengangguran. Kalau tidak segera memperbaiki ini semua, bisa rusak semua," paparnya. 

Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan KADIN Jawa Timur, Diamal Azis menyampaikan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah aksi konkrit dari terus melemahnya pertumbuhan ekonomi.

"Kami butuh aksi konkrit, karena kami yang tau daerah kami. Kami akan gerak kalau masukan kami diakomodasi dan Pemerintah Pusat siap membiayai. Karena akhirnya juga UUD. ujung-ujungnya duit," tegasnya.

Harry Sugiri ikut menjelaskan, saat ini di Jawa Timur sudah ada 5 trademark yang bisa di contoh. Sebab semua model tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Jerman.

"Kita direct hubungannya dengan Jerman. Kita juga ada asosiasi jejaring pemagangan di Jawa Timur, dan di kawasan industri. Responnya dari swasta juga luar biasa. Ini mungkin yang bisa dicontoh oleh Pemerintah Pusat," urai dia.

Wakil Ketua Komtap Ketenagakerjaan Luar Negeri, Muhammad Nur Hayid menambahkan, hasil diskusi dan sharing antara KADIN Pusat dengan KADIN Jawa Timur akan segera dilaporkan kepada pimpinan KADIN Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industri. Diharapkan hasil pertemuan itu dapat difollow up dengan dilakukan formulasi bersama dengan konsep yang sudah dibuat oleh Pemerintah dan KADIN Pusat. 

"Prinsipnya kami mengucapkan terimakasih atas semua input dan masukan dari KADIN Jawa Timur. Kami akan segera laporkan hasil sharing dan diskusi ini kepada pimpinan KADIN Pusat agar segera ada langkah konkrit terkait vokasi ini," pungkas Sekjen Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) ini. (*)

 

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com