Content: / /

KADIN Malaysia Perkumpulan Tiongkok Tertarik Investasi Makanan di Jawa Timur

Keuangan

08 November 2016
KADIN Malaysia Perkumpulan Tiongkok Tertarik Investasi Makanan di Jawa Timur

Jamhadi dan Vice-President ACCIM, Dato Liew Sew Yee

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur kedatangan tamu istimewa di Graha KADIN Jawa Timur, pada Selasa, 8 November 2016. Tamu tersebut ialah 20 delegasi dari The Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia (ACCIM) atau Kamar Dagang dan Industri Malaysia perkumpulan Tiongkok.

Kedatangan rombongan ACCIM yang dipimpin Vice-President ACCIM, Dato Liew Sew Yee dalam acara ”Dialog dan One on One Business Meeting” dengan Kadin Jawa Timur.

Menurut Tim Ahli KADIN Jawa Timur, Dr Ir Jamhadi, MBA, pengusaha yang tergabung dalam ACCIM tertarik untuk berinvestasi di sektor makanan di Jawa Timur.

Alasannya, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dibandingkan dengan provinsi lainnya masih terbilang bagus. Begitu pula jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Dari data yang disebut Jamhadi, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur lebih tinggi dari Indonesia, yakni sebesar 5,6%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02%.

Pencapaian tersebut berbeda jauh dari pertumbuhan ekonomi di Malaysia yang tercatat hanya 3,4% dengan target peningkatan hingga 3,7%. Jamhadi mengatakan, berdasarkan pengakuan pengusaha Malaysia bahwa sebab pertumbuhan ekonominya melambat karena tekanan ekonomi global yang imbasnya terasa sampai sekarang.

Oleh karena itu, beberapa pengusaha Malaysia menilai tingginya pertumbuhan Indonesia diartikan daya beli masyarakat masih ada, sehingga memiliki potensi yang tinggi.

"Mereka sangat senang karena Jawa Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus, dan mereka tertarik berinvestasi ke Jawa Timur karena kondisi ekonomi di negara mereka sangat sulit," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Vice-President ACCIM, Dato Liew Sew Yee mengatakan, para pengusaha ACCIM sangat tertarik dengan Indonesia yang memiliki potensi pasar yang besar, terutama di Jawa Timur yang dinilai memiliki iklim investasi yang cukup bersahabat.

"Di ASEAN, Indonesia memiliki pasar yang besar, dan kondisi Surabaya atau Jawa Timur sangat mendukung investor misalnya dari segi infrastruktur jalan maupun pelabuhan, dibandingkan dengan Jakarta akses mobilitas sudah sangat padat," jelasnya.

Menurutnya, pengusaha makanan dan minuman olahan itu, Indonesia terus membuka kesempatan berinvestasi melalui berbagai kebijakan pemerintah seperti mempermudah perizinan hingga insetif-insentif lainnya.

"Orang-orang di sini juga lebih friendly untuk membantu kami menjajaki bisnis di Jawa Timur. Saya sendiri tertarik untuk industri mamin seperti makanan berbasis bahan baku kacang, juga sektor perhotelan," imbuh Liew.

Selain sektor makanan, ACCIM juga ingin berinvestasi di sektor perhotelan karena memiliki potensi yang masih bagus.

Berdasarkan data Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur, realisasi investasi Malaysia di Jawa Timur pada kuartal III/2015 mencapai 4,58 triliun rupiah dengan menyerap 556 tenaga kerja, tetapi pada periode yang sama tahun ini turun hanya mencapai 0,84 triliun rupiah dengan penyerapan tenaga kerja 159 orang dari 8 perusahaan.

Total realisasi investasi di Jawa Timur sampai triwulan ketiga tahun 2016 mencapai 118,63 trilun rupiah, atau mengalami kenaikan sekitar 10 % dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yakni 107,30 triliun rupiah.(*)

 

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com