Content: / /

KADIN dan SCCF Mengusulkan Perda dan UU Ekonomi Kreatif

Keuangan

13 Januari 2017
KADIN dan SCCF Mengusulkan Perda dan UU Ekonomi Kreatif

Dr Ir Jamhadi, MBA, saat memaparkan tentang pentingnya Perda Ekonomi Kreatif di depan peserta diskusi Pentahelix

Potensi Surabaya sebagai pusat Kota perdagangan dan jasa harus diiringi dengan langkah strategis untuk mendukung terciptanya lapangan kerja baru dan meningkatkan sumber daya manusia. Salah satu potensi yang harus dikembangkan ialah industri kreatif.

Dari catatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya hanya 5,71% dari PDRB Kota Surabaya sebesar 300 triliun rupiah pada tahun 2015. Padahal, jika dikelola dengan serius dan didukung oleh pemerintah secara maksimal, maka kontribusi industri kreatif ini bisa bertambah besar.

Oleh karena itu, KADIN bersama dengan Surabaya Creative City Forum (SCCF) dan stakeholder lainnya mengajukan dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif untuk Surabaya dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Dalam Diskusi Surabaya Creative Forum yang berlangsung di Universitas 17 Agustus (Untag) 45 Surabaya pada Rabu, 11 Januari 2017 atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun SCCF ke-1, Ketua KADIN Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, mengajak seluruh insan kreatif di Surabaya agar menyumbang ide dan gagasan untuk dirumuskan menjadi Perda Ekonomi Kreatif di DPRD Surabaya dan Undang Undang (UU) Ekonomi Kreatif.

Kebetulan, dalam diskusi itu hadir pula sejumlah pegiat ekonomi kreatif serta perwakilan dari Pentahelix, yang terdiri dari Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media. Sebut saja Drs Samsul Hadi (Ketua SCCF), Liliek Setiawan, SE (Sekjen Indonesia Creative City Network/ICCN), Moch Mahmud S. Sos, M. Si (Ketua Badan Legislasi DPRD Surabaya), Prof Dr drg Hj Ida Aju Brahmasari, Dipl. DHE, MPA (Rektor Untag 45 Surabaya), Eko Pamuji (Sekjen PWI Jatim), Lutfi (HIMPI Surabaya), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

“Kreatif tidak harus berusia muda. Semua usia bisa kreatif asal bisa menyampaikan gagasan kreatif dan melaksanakannya. KADIN dan SCCF berharap agar UU dan Perda ekonomi kreatif dapat segera direalisasikan untuk mendukung geliat pertumbuhan industri kreatif di tanah air, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur,” kata Jamhadi, yang juga CEO Tata Bumi Raya Group ini.

Lebih lanjut, Jamhadi menjelaskan bahwa industri kreatif saat ini berkontribusi sekitar 5,7% terhadap PDRB Kota Surabaya. Apabila Perda Ekonomi Kreatif bisa diterapkan, maka dia yakin pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat lebih baik.

Untuk itu pasal-pasal dalam Raperda yang diajukan KADIN bersama SCCF diperlukan dukungan yang lebih nyata dari quatro helix dengan konten pasal-pasal diantaranya :

  1. Insan kreatif perorangan maupun kelompok tertentu utamanya start up, diberikan kemudahan seluas-luasnya untuk menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah termasuk infrastrukturnya (BLK, Gedung Theater, Balai Budaya, dll). Apabila dimungkinkan penggunaannya secara Cuma-cuma karena mendapatkan APBD.
  2. Memberi dukungan dalam merealisasikan ide kreatif menjadi bisnis dan industri kreatif. Dalam hal ini melibatkan sistim kemitraan perusahaan besar dengan pemula atau start up melalui pemberdayaan CSR. Selain CSR, kemungkinan mendapat dukungan dana murah dari Ventura Capital, KUR (Kredit Usaha Rakyat).
  3. Memberikan dukungan bagi insan kreatif start up dalam mempromosikan ide-idenya, mendapatkan perlindungan hak atas kekayaan intelektualnya (HAKI). Misalnya SNI, ISO termasuk juga perluasan pasar seperti market place, big data, juga sarana webinar
  4. Bisa memberikan dukungan untuk mewujudkan Surabaya maupun kabupaten kota di Jawa Timur bergabung dalam jejaring kota kreatif UNESCO. Selain itu juga memberikan dukungan untuk terwujudnya tahapan-tahapan menuju smart city yang sesungguhnya.

Tahapan-tahapan yang perlu dipersiapkan dengan memanfaatkan CSR, meliputi :

  1. Memperkuat kinerja dan keuntungan ekonomi yang lebih efisien dan berkelanjutan;
  2. Meningkatkan komitmen para pekerja;
  3. Memantapkan akuntabilitas perusahaan terkait investasi sosial dan kemasyarakatan;
  4. Mengurangi kerentanan dan instabilitas operasi perusahaan terkait menguatnya hubungan dengan masyarakat;
  5. Mempertegas reputasi dan citra perusahaan.

“Bagaimanapun juga, Surabaya harus memberikan lapangan kerja bagi penduduknya secara penuh melalui pengembangan industri kreatif. Langkah ini harus dilaksanakan agar globalisasi tidak akan mengerus ekonomi rakyat. Masyarakat Surabaya harus tetap menjadi tuan di rumah sendiri,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com