Content: / /

Jumlah Investor Efek di Jatim Menempati Urutan Ketiga

Keuangan

09 Maret 2017
Jumlah Investor Efek di Jatim Menempati Urutan Ketiga

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan KSEI, Nina Rizalina saat pemaparan di hadapan wartawan di Boncafe, Jl Gubeng Surabaya pada Kamis 9 Maret 2017.

Posisi Jawa Timur (Jatim) sebagai basis industri di Indonesia tampaknya tak bisa menempatkan di posisi teratas dalam hal jumlah investor saham di Bursa Efek. Saat ini, Jakarta dan Jawa Barat masih berada di posisi teratas.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per akhir Februari 2017, jumlah investor pemilik Efek di Jatim sebanyak 30.641 orang dari total jumlah efek di Jakarta dan Jawa Barat sebanyak 67.272 orang. Jumlah tersebut menempatkan Jatim sebagai posisi ketiga setelah Jakarta dan Jawa Barat.

Jumlah investor di Jatim meningkat sekitar 10% dari Februari tahun lalu sebesar 27.722. Adapun jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Februari 2017, telah mencapai sekitar 932.000 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan KSEI, Nina Rizalina menerangkan, saat ini KSEI bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) melakukan berbagai program peningkatan jumlah investor pasar modal melalui kerjasama dengan perguruan tinggi. Hal ini cukup berhasil mengajak mahasiswa sebagai investor muda untuk mulai berinvestasi di Pasar Modal.

"Saat ini mungkin secara nilai investasi belum terlalu besar, namun kami memiliki keyakinan dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan saat sudah mulai bekerja, mereka akan menjadi investor Pasar Modal yang berkualitas dan benar-benar paham berinvestasi, sehingga akan mampu mendukung ketahanan Pasar Modal Indonesia," kata Nina.

KSEI juga menyadari bahwa aktivitas investasi di pasar Modal yang nyaman perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Menyikapi hal tersebut, pada 30 Agustus 2016 lalu KSEI telah meluncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau S-Invest yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri Reksa Dana.

Sistem S-Invest mampu menyederhanakan proses yang dilakukan oleh pelaku industri Reksa Dana dalam mengadministrasi semua transaksi Reksa Dana sehingga lebih efisien dan transparan. KSEI menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan sistem terpadu untuk Reksa Dana, mengikuti jejak modal Korea Selatan.

Di tahun 2016, terdapat beberapa pengembangan lain yang telah dilakukan KSEI antara lain penunjukkan KSEI sebagai penerbit nomor SID (Single Investor Identification) untuk Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia (BI). Kerjasama KSEI dan BI tersebut, memungkinkan tersedianya informasi tentang kepemilikan Surat Berharga yang diterbitkan BI yang sebelumnya tersebar di 18 Sub Regristy menjadi terpusat di KSEI, sehingga data investor di KSEI semakin lengkap dan terkonsolidasi.

Insentif lainnya, KSEI berhasil menginisiasi Perjanjian Kerjasama (PKS) antara 100 pelaku industri pasar modal dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terkait pemanfaatan data kependudukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan rekening Efek.

Melalui simulasi yang dilaksanakan pada saat penandatangan PKS, pembukaan rekening Efek dengan menggunakan alat baca KTP elektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, dimana sebelumnya butuh waktu beberapa hari. (ptms40@gmail.com)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com