Content: / /

Inflasi Desember 2017 Capai 4,04 Persen Tertinggi Di Tahun 2017

Keuangan

03 Januari 2018
Inflasi Desember 2017 Capai 4,04 Persen Tertinggi Di Tahun 2017

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono memberikan keterangan pada wartawan di kantornya. (zainuddin).

Inflasi Jatim pada bulan Desember 2017 mencapai 4,04 persen, atau lebih tinggi dibanding bulan yang sama pada 2016 yang 2,74 persen. Nilai tersebut lebih tinggi dibanding laju inflasi nasional pada periode yang sama sebesar 3,61 persen.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono di kantornya Jl. Raya Kendangsari Industri, Surabaya, Selasa (21)  mengatakan, walaupun inflasi kalender tahun 2017 mengalami kenaikan, namun angka ini masih sejalan dengan target pemerintah yang mematok angka inflasi sebesar 4 plus minus 1 persen.


Selama tahun 2017 dari tujuh kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi. Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 6,00 persen. Diikuti kelompok sandang 5,72 persen, transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 5,56 persen,pendidikan, rekreasi, dan olah raga 4,09 persen. Selanjutnya kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 3,92 persen, kesehatan sebesar 2,59 persen, dan kelompok bahan makanan 0,90 persen,


Komoditas beras turut memberikan andil inflasi tahun 2017. Kenaikan beras terjadi di triwulan III tahun 2017, selain faktor cuaca yang mempengaruhi turunnya produksi beras serta juga pasokan beras yang sedikit tersendat, kenaikan harga beras juga dipengaruhi oleh adanya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras oleh pemerintah pada tanggal 1 September 2017. Kenaikan beras ini terjadi sampai dengan akhir tahun 2017.

Komponen Inflasi Sepanjang Tahun 2017 berdasarkan pengelompokan kelompok komponen inflasi selama 2017 menunjukkan seluruh komponen mengalami inflasi. Komponen barang yang diatur pemerintah mengalami inflasi tertinggi yaitu mencapai 10,69 persen, kemudian diikuti komponen inti sebesar 3,26 persen, dan komponen yang bergejolak sebesar 0,53 persen.

"Andil terbesar terjadinya inflasi ialah berasal dari komponen inti yaitu 2,13 persen kemudian komponen yang diatur pemerintah menyumbang 2,03 persen, dan komponen yang bergejolak menyumbang sebesar 0,09 persen," kata Teguh Pramono. (zainuddin).

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com