Content: / /

Industri Kriya Ikut Sumbang PDRB Jatim Sebesar 170,86 Trilun

Fashion

06 Maret 2018
Industri Kriya Ikut Sumbang PDRB Jatim Sebesar 170,86 Trilun

Bude Karwo menyerahkan potongan tumbeng pada ultah Dekranasda ke 38 Jatim,(zainuddin).

Industri kerajinan hastakarya keterampilan tangan (Kriya) masyarakat Jawa Timur telah mampu menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sebesar Rp. 170,86 Trilyun. Dukungan tersebut tak lepas dari peran serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim lewat peningkatan kontribusi industri kerajinan dalam pembangunan nasional maupun daerah.

Peningkatan eksport non migas, khususnya ekspor produk kerajinan 2016 lalu, Industri kreatif Jatim telah berkontribusi ke PDRB Jatim sebesar Rp. 170,86 trilun atau  memberikan kontribusi 9,21 persen terhadap total PDRB Jatim sebesar Rp. 1,855,04 triliun, kata Ketua Dekranasda Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Sooekarwo, MSi, saat memberikan sambutan pada acara Peringatan HUT Dekranasda Prov. Jatim  ke 38 di Gedung Dekranasda Prov. Jatim Jl. Kedungdoro 86 Surabaya, Selasa

Menurut Bude Karwo, data BPS 2016 menjelaskan, struktur ekonomi kreatif Jatim,  mayoritas didukung dari tiga sektor utama, yakni kuliner, kriya dan fashion. Untuk sub sektor kriya sendiri, PDRB Jatim disumbang mencapai Rp 25,65 triliun atau sebesar 19,87 persen. Jumlah tersebut menempati peringkat kedua setelah sub sektor kuliner sebesar 63,99 persen.

Dengan capaian tersebut, lanjut Bude Karwo, PDRB sub sektor kriya mampu memberikan kontribusi sebesar 18,06 persen untuk PDRB nasional sebesar Rp 142,06 trliyun. Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan dekranasda yang mempunyai tugas menggali, melindungi, mengembangkan dan mempromosikan potensi industri kecil dan industri kreatif mampu digerakkan mulai tingkat desa hingga perkotaan di wilayah Jawa Timur.

“Dengan tujuan apa ? agar masyarakat yang mempunyai  keahlian dan kreativitas tersebut bisa terangkat ekonominya serta bisa sejahtera kehidupannya. Bisa dikatakan, cukup berhasil dan bisa terus berkesinambungan  dari tahun ke tahun mampu bertahan serta bisa meningkat," kata Bude Karwo.

Selanjutnya Bude Karwo mengatakan, untuk mempertahankan apa yang telah dicapai  mungkin dibutuhkan kerja keras lagi. Pasalnya era global seperti sekarang ini memiliki tantangan yang cukup komplek. Salah satu contohnya adalah kerajinan batik yang sudah  diakui Unesco.

Nah, untuk mempertahankan batik itulah yang membutuhkan keahlian dan kesabaran serta kreativitas yang tinggi. Selain itu, juga kualitas produksi serta ketepatan waktu dalam  memproses  dan harganyapun harus bisa bersaing dengan barang-barang dari luar negeri. Agar barang dalam negeri masih bisa bersaing dengan barang dari luar, tegasnya.

Di era global seperti sekarang ini, tambah Bude, siapapun tidak bisa membendung atau membentengi barang-barang dari luar. Yang bisa dan mampu membendung arus barang-barang tersebut tidak lain dari aspek kualitas barang hasil produk UKM yang  baik dan bagus.

Disamping itu juga harganya harus memadai, tidak mahal dan terjangkau oleh masyarakat luas, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim, Dr. Ir. M. Ardi Prasetyawan, M.Eng. mengatakan, kinerja Dekranasda Prov. Jatim pada 2017 lalu telah memberikan banyak fasilitas kepada IKM berupa fasilitas teknis kepada 520 IKM kerajinan serta fasilitasi pameran kepada 99 IKM kerajinan di sektor produksi batik, bordir, aksesoris dan kerajinan kulit.

Selain itu, Dekranasda Jatim juga memfasilitasi pemasaran yang ditempatkan di showroom milik Dekkrasda Prov. Jatim. Sampai saat ini, koleksi produk kerajinan yang ada di showroom tercatat sebanyak 16.453 item dari 766 IKM seluruh Jatim.

Di showroom tersebut mampu menarik 4.510 orang pengunjung dan bisa menghasilkan nilai penjualan produk kerajinan sebesar Rp. 592 Juta, katanya.

Sedang 2018 ini, Dekranasda Prov. Jatim memiliki beberapa program yang akan segera dilaksanakan. Antara lain, program agenda kegiatan dekranasda untuk mempromosikan produk-produk batik, tenun dan kerajinan. Salah satunya lewat pameran batik bordir dan aksesoris 2018 yang akan diselenggarakan pada 9  13 Mei 2018 di Grand City Surabaya.

Pameran tersebut rencananya akan diikuti seluruh dekranasda kabupaten dan kota se Jatim. Selain itu, agenda lainnya juga menggelar pameran Surabaya Jelewerry Fair 2018 yang akan diselenggarakan pada 25  28 Oktober 2018 di H. Shangrila Surabaya.

Terakhir kita akan mengadakan pelatihan pengembangan design dan tehnik pewarnaan industri batik dan tenun, serta pelatihan peningkatan kualitas produk aksesorires, terangnya. (zainuddin).

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com