Content: / /

Industri Di Jatim Menggunakan Bahan Baku Impor

Pelabuhan

13 Januari 2018
Industri Di Jatim Menggunakan Bahan Baku Impor

Kegiatan bongkar muat.(ist/zainuddin).

Ketergantungan industri Jatim pada bahan baku impor masih sangat besar, yaitu sekitar 81,56 persen. Padahal upaya subtitusi terus dilakukan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, di Surabaya, Jumat (12/1/2018) mengatakan  Impor bahan baku industri tersebut adalah bahan bakar motor: dari RON 90 dan lebih tapi di bawah RON 97, tanpa timbal menjadi komoditi impor dengan nilai tertinggi pada November 2017 sebesar 113,02 juta dollar AS yang naik 338,62 persen dibanding bulan sebelumnya. Komoditas ini paling banyak diimpor dari Singapura dengan nilai sebesar 67,41 juta dollar AS.


Peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh bahan bakar motor lainnya, tanpa timbal, dan bungkil dan residu padat lainnya dengan nilai berturut-turut 82,30 juta dollar AS turun 6,91 persen dan 62,83 juta dollar AS  (naik 80,66 persen). Bahan bakar motor lainnya, tanpa timbal pada bulan November 2017 paling banyak diimpor dari Singapura sebesar 57,65 juta dollar AS sedangkan bungkil dan residu padat lainnya paling banyak diimpor dari Brazil 37,22 juta dollar AS.


Gandum dan meslin lainnya yang layak untuk dikonsumsi manusia merupakan komoditas yang mengalami penurunan impor paling tajam pada bulan November dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu menjadi hanya sebesar 26,58 juta dollar AS setelah bulan sebelumnya mencapai 52,16 juta dollar AS turun 49,05 persen. Sementara itu kenaikan impor tertinggi terjadi pada komoditas bahan bakar kendaraan bermotor diesel yang nilai impornya mencapai 47, 19 juta dollar AS setelah bulan Oktober hanya mencapai 10,22 juta dollar AS naik 361,70 persen.


Selama Januari sampai November 2017, yang menjadi komoditi terbesar impor adalah bahan bakar motor lainnya, tanpa timbal dengan nilai 937,48 juta dollar AS yang berperan 4,66 persen dari total impor Jawa Timur. Peringkat kedua diduduki bungkil dan residu padat lainnya dengan nilai sebesar 605,04 jutadollar AS yang berperan 3,01 persen dari total impor. Sedangkan peringkat ketiga adalah Butana dengan nilai impor sebesar 471,51 juta dollar AS atau berperan 2,35 persen dari total impor.


Selama bulan Januari sampai November 2017 bahan bakar kendaraan bermotor diesel mengalami kenaikan paling tinggi yaitu sebesar 3.660,94 persen. Impor komoditas ini naik menjadi 366,86 juta dollar AS pada Januari-November 2017 dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya sebesar 9,75 juta dollar AS. (jnr/zainuddin).

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com