Content: / /

Hasil Kunjungan Misi Dagang Pemprov Jawa Timur ke Pelabuhan Gdansk

Keuangan

27 November 2016
Hasil Kunjungan Misi Dagang Pemprov Jawa Timur ke Pelabuhan Gdansk

Gus Ipul, Moch Ardi Prasetya, Jamhadi, Arif Afandi, dan perwakilan dari Crist, saat mengunjungi Gedansk Port

Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Saifullah Yusuf, melakukan misi dagang ke Polandia. Selama di Polandia, Saifullah Yusuf atau dipanggil Gus Ipul mengadakan pertemuan dengan berbagai pejabat tinggi dan pengusaha.

Gus Ipul beserta rombongan yang terdiri dari Sudomo Mergonoto (Konsul Kehormatan Polandia), Dr Ir Jamhadi, MBA (Tim Ahli Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur), Dr.Ir Moch Ardi Prasetiawan, M.Eng, Sc, ME (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur), Arif Affandi, Kepala Biro Kerjasama Pemprov Jatim, serta Saiful Illah (Bupati Sidoarjo) dan beberapa pejabat lainnya.

Misi Gus Ipul rombongan ke Polandia untuk menjajaki kerjasama dagang dan investasi antar kedua wilayah. Polandia merupakan negara Uni Eropa dengan sejumlah potensi yang dapat dimanfaatkan oleh Jawa Timur termasuk sektor maritim.

Letak strategis Polandia yang berada di pusat Eropa, dengan dukungan infrastruktur jalan raya dan pelabuhan (Gdansk dan Gdynia) dapat dimanfaatkan oleh Jawa Timur sebagai gateway and hub ke kawasan Eropa

Selain itu, Polandia merupakan negara kedua terbesar di Eropa dalam industri galangan kapal, terbesar keenam di Eropa dalam industri otomotif dan suku cadang dan peringkat keempat dalam industri meubel.

Khusus industri galangan kapal, pengalaman dan kemampuan teknologi canggih yang dimiliki Polandia dapat dimanfaatkan oleh Jawa Timur untuk menjalin kerja sama industri galangan kapal.

Gus Ipul mengajak Polandia untuk berinvestasi dan menjalin kerja sama joint venture dengan PT PAL dan sektor swasta di Jawa Timur. Hal itu disampaikan Gus Ipul saat berkunjung ke Gedansk Port dan ke perusahaan pembuat galangan Kapal, yaitu Crist.

Dalam kaitan itu, Jamhadi yang ikut serta rombongan Gus Ipul menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang patut dicontoh oleh perusahaan di Jawa Timur tentang kondisi pelabuhan di Gdansk Port. Seperti dwelling time yang dilakukan 24 jam, dan kapasitasnya mencapai 3 juta TEUs (Twenty Equivalent Unit).

“Kami usulkan ada penambahan rute jalur mereka ke Indonesia khususnya Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya atau Pelabuhan Teluk Lamong. Sehingga bisa meningkatkan neraca perdagangan antara Jawa Timur dengan Polandia,” kata Jamhadi yang juga pejabat East Java Global Economic Service.

Neraca perdagangan surplus

Selama periode mulai tahun 2012 sampai 2016, neraca perdagangan Jawa Timur dengan Polandia selalu mengalami surplus. Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, tahun 2012 lalu nilai perdagangan antara Jawa Timur dengan Polandia mengalami surplus US 2,24 miliar, dengan rincian nilai ekspor US 42,88 miliar dan impor US 40,64 miliar.

Pada tahun 2013, nilai ekspor Jawa Timur ke Polandia mencapai US 37,76 miliar, impor mencapai US 31,88 miliar, dan surplus US 5,88 miliar. Lalu pada tahun 2014 nilai ekspor dari Jawa Timur ke Polandia mencapai US 33,61 miliar, impor US 17,59 miliar, dan surplus US 16,02 miliar.

Pada tahun 2015 nilai ekspor dari Jawa Timur ke Polandia mencapai US 22,55 miliar, impor US 11,39 miliar, dan surplus US 22,16 miliar. Dan pada semester I tahun 2016, nilai ekspor dari Jawa Timur ke Polandia mencapai US 29,60 miliar, impor US 12,32 miliar, dan surplus US 17,26 miliar.

Komoditi ekspor utama dari Jawa Timur ke Polandia ialah alas kaki, bahan kimia organik, baja, kayu, tembakau, furnitur, buah, lampu, sabun dan alat pembersih, aneka jenis kimia, dan minyak nabati. Sedangkan Jawa Timur mengimpor komoditi dari Polandia seperti susu, telur, mentega, peralatan, mesin, karet, da lain-lain.

“Pendapatan perkapita Jawa Timur US 4000 dan Polandia US 18.000. Penduduk Jawa Timur sebanyak 38,7 juta jiwa, dan Polandia sebanyak 38 juta. Sedangkan living cost Jawa Timur dengan Polandia hampir sama murahnya, masing-masing di urutan 86 dan 87 di dunia,” jelas Jamhadi.

Jamhadi menjelaskan, hal menarik selama berkunjung ke Crist ialah fasilitas yang dimilikinya. Crist yang dikenal salah satu perusahaan pembuat kapal terbesar di Polandia memiliki fasilitas Dry Dock.

“Crist membuat kapal untuk kebutuhan di dalam negeri dan juga melayani luar negerinya. Kemarin kami menyaksikan mereka membuat kapal cargo berbobot 12000 ton DWT (deadweight tonnage). Harganya dijual 121 juta Euro dengan waktu pelaksanaan 18 bulan. Christ omzetnya 200 juta Euro, dengan komposisi kepemilikan saham 70% milik swasta dan 30% milik pemerintah. Mereka berminat ke Surabaya, dan KADIN siap mempertemukannya dengan PT PAL,” ujar Jamhadi. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com