Content: / /

Harapan KADIN Tentang Tindakan Pengamanan Perdagangan

Info Kadin

25 September 2017
Harapan KADIN Tentang Tindakan Pengamanan Perdagangan

Jamhadi saat memberikan paparan dalam sosialisasi Tindakan Pengamanan Perdagangan (Safeguard) di Hotel Novotel Kota Surabaya

Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur melakukan sosialisasi Tindakan Pengamanan Perdagangan (Safeguard) di Hotel Novotel Kota Surabaya, pada Senin 25 November 2017.

Acara ini dihadiri sejumlah kalangan, mulai pengusaha, organisasi pengusaha, sampai perguruan tinggi termasuk perwakilan dari Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Surabaya. Tampak hadir pula dalam kesempatan yang digelar mulai jam 09.00 WIB ini ialah Tim Ahli KADIN Jawa Timur, Dr Ir Jamhadi, MBA.

Penyelenggaraan acara ini ditanggapi positif oleh Jamhadi, yang tercatat juga sebagai Ketua KADIN Surabaya. Pria yang jadi CEO Tata Bumi Raya Group ini  mengajak kepada semua pihak utamanya kalangan pengusaha untuk mendukung kebijakan Pemerintah ini.

Di sisi lain, Jamhadi meminta agar produsen harus menyiapkan produknya dalam jumlah yang mencukupi dan harga yang cukup bersaing. Jika hal tersebut tidak dilaksanakan, maka yang terjadi ialah munculnya harga tertentu yang merepotkan sektor riil pengguna atau pembeli barang untuk kebutuhan dalam negeri.

Contoh yang sederhana ialah besi beton. Sebagai pengusaha konstruksi, Jamhadi menyebutkan, sebelum ada kebijakan tersebut harga besi beton di tingkat pedagang Rp 6.700 per kg, dan saat ini harganya sudah mencapai Rp 9.400  per kg.

“Padahal kami sudah terlanjur menandatangani ikatan kontrak. Jadinya production cost kita meningkat dan juga terjadi ekskalasi harga,” ujar Jamhadi.

Tidak hanya besi beton, beberapa komoditi lain juga seringkali mengalami kondisi serupa. Jagung, misalnya.

Lalu apa solusinya ? Dijelaskan Jamhadi, salah satu solusinya ialah membuat direktori produk. Dengan mengetahui berapa total demand dan supply di dalam negeri untuk masing-masing komoditi, maka Pemerintah bisa mendesain kebijakan lebih tepat termasuk adanya peluang investasi baru jika supply tidak mencukupi.

“Dan kran impor untuk produk itu bisa dibuka sesuai kekurangan supply saja,” katanya.

Untuk diketahui, Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) memiliki tugas menangani permasalahan yang berkaitan dengan upaya memulihkan kerugian serius atau mencegah ancaman industri dalam negeri sebagai akibat dari lonjakan jumlah barang impor. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com