Content: / /

GP Farmasi Minta Pemerintah Dukung Industri Farmasi Lokal

Ekbis

15 Mei 2018
GP Farmasi Minta Pemerintah Dukung Industri Farmasi Lokal

Ketua GP Farmasi Jatim, Paulus Totok Lusida (kiri) didampingi Ketua GP Farmasi Surabaya , Philips Pangestu saat menghadiri Musprov GP Farmasi di hotel Whindam Surabaya, Senin (14/5)

SURABAYA, Ketergantungan impor bahan baku farmasi membuat industri farmasi lokal meradang, belum lagi persaingan dengan pemain asing, pemerintah pun diminta untuk memperhatikan industri farmasi lokal.

Ketua Umum GP Farmasi Jawa Timur, Paulus Totok Lusida mengatakan, saat ini 90 persen lebih kandungan bahan baku farmasi merupakan hasil impor dari China, Eropa, India dan Amerika, padahal pengusaha dalam negeri sebenarnya sanggup memproduksinya, hanya saja tidak adanya dukungan pemerintah akan membuat bahan baku ini sia-sia.

"Kalau sudah produksi harganya lebih mahal dari impor, siapa yang akan memakainya. Pemerintah mestinya mendukung industri lokal," ujar Totok di sela Musprov GP Farmasi di Surabaya, Senin (14/5).

Menurut Totok, saat ini hal yang mendesak adalah dibutuhkannya aturan aturan yang mendukung industri farmasi lokal, sehingga tak hanya BUMN dan Asing yang bermain, namun swasta perlu mandapatkan proteksi pula. Jika swasta mampu memproduksi bahan baku, mestinya ada timbal baliknya lewat proteksi pemerintah,  supaya bahan tersebut terpakai. 

"Sekarang kita  disuruh produksi, tapi bersaing dengan internasional, kita swasta saja kalah dengan BUMN, karena BUMN tidak pernah menghitung bunga, kita kan menghitung bunga, ayo kita bersaing secara baik, sehat, maju bersama," tandas pria yang juga menjabat Sekjen Realestate Indonesia (REI) itu.

 Totok juga berharap, peran anggota GP Farmasi ke depan akan lebih  ditingkatkan untuk ikut dalam usulan  pembentukan regulasi, karena regulasi itu penting, jika tidak perusahaan asing yang akan masuk. 

"kalau terlalu banyak yang dipersyaratkan,  yang mampu asing. proteksi itu harus ada, kalau tidak ada proteksi, rusak semua kita," tegas Totok yang memgakhiri periode kepemimpinannya di GP Farmasi tahun ini.

Ketua GP Farmasi Surabaya , Philips Pangestu mengatakan, Kemenkes RI sebenarnya sangat mendukung pelaku usaha untuk memproduksi bahan baku. Seperti, Kalbe yang diresmikan Presiden bulan lau. 

"Saya dengar ada satu lagi di Jakarta yang mau bangun pabrik bahan baku, bahan bakunya bukan secara kimia, tapi secara khusus," jelasnya. 

Sementara pengusaha swasta, lanjut Philips, belum punya tekhologi untuk membuat bahan baku dan harus impor. Ke depan, diharapkan ada tranfer knowledge dari perusahaan besar ke perusahaan kecil yang jumlahnya banyak di Indonesia.

"Lewat GP Farmasi kita persiapkan untuk menghadapi  dinamika dan undang undang   pemerintah, supaya kita kedepan semakin solid dan makin bisa kondusif," Ujarnya.

Menurut Philips, saat ini anggota GP farmasi dari industri sekitar  40 perusahaan. Mereka bersama sama meningkatkan daya saing, jangan sampai perusahaan asing yang masuk dan menguasai pasar Indonesia.

"Jadi kuncinya seperti itu kita tingkatkan daya saing kita menghadapi era globalisasi,  menghadapi serangan dari luar, dari asing," ujar Philips yang maju sebagai calon ketua GP Farmasi Jatim.  jib

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com