Content: / /

Delegasi Jatim Promosikan Potensi Wisata, Perdagangan, dan Investasi ke Tianjin

Keuangan

22 Desember 2016
Delegasi Jatim Promosikan Potensi Wisata, Perdagangan, dan Investasi ke Tianjin

Ms Atika Banowati didampingi Jamhadi menyerahkan cinderamata kepada Ms Li Wen Jia dan Mr Duan Ning

Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Provinsi Tianjin, Tiongkok, memiliki hubungan kerjasama yang baik dan terjalin sudah lama. Hubungan kedua provinsi itu dipererat dengan membentuk sister province melalui ditandatanganinya letter of intent (LoI) pada 28 Oktober 2003.

Sejumlah program yang disepakati antara lain di bidang ekonomi dan perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, pariwisata, seni dan budaya, pendidikan, olah raga, kesehatan, transportasi dan pengembangan kota. Kesepakatan Provinsi Jatim dengan Tianjin tidak lepas dari peran Tiongkok sebagai pusat perdagangan dunia serta besarnya pasar dan pesatnya teknologi yang ada disana. Sehingga Jawa Timur perlu belajar dari suksesnya Tiongkok membangun perekonomiannya lebih cepat. Selain itu perlunya Provinsi Jatim mempromosikan produk (trade), pariwisata (tourism), dan investasi (investment).

Dalam rangka meningkatkan trade, tourism, dan investment (TTI) itu, Delegasi Jawa Timur berkunjung ke Tianjin, Tiongkok mulai 20 Desember 2016. Delegasi Jawa Timur antara lain Atika Banowati (DPRD Jawa Timur), Dr Ir Jamhadi, MBA (Senior Business Officer for East Java Global Economic Services), Any Mulyandari Kartini (Kepala Bidang Perdagangan Internasional Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur/Disperindag), Ika Rachmyta Fitri Tjahjani (Manager of Promotion of International Trdae), Igtaia Martha (Head of Economic, Business, and Public Policy of University of National Development), Kusuma Wardani (Manager of Capital Investment of Economy Bureau), Dyah Lestariningsih (Cooperation Bureau Staf), Ani Retnowati, dan Tan Sunk Euk.

Selama 2 hari pertemuan mulai 20-22 Desember 2016, Delegasi Jatim diterima oleh Pemerintah Provinsi Tianjin, yang diwakili oleh Ms Li Wen Jia selaku Vice Division Chief for Division of ASEAN Affairs dan Mr Duan Ning selaku Division of ASEAN Affairs.

“Mereka menyambut baik kedatangan kami untuk melakukan evaluasi dan menyampaikan pandangan serta harapannya ke depan,” kata Dr Ir Jamhadi, MBA, yang mewakili Delegasi Jawa di Tianjin.

Saat pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Tianjin, Jamhadi yang juga Tim Ahli Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur ini memaparkan tentang pentingnya meningkatkan hubungan antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Tianjin di bidangTrade, Tourism, dan Investasi.

Di sektor perdagangan, kedatangan Delegasi Jawa Timur ke Tianjin diharapkan mampu meningkatkan neraca perdagangan Jawa Timur ke Tiongkok. Makanya, Jamhadi mengajukan ke pemerintah Tianjin tentang konsep substitusi industri.

“Dalam konsep ini, Tiongkok ekspor ke Jawa Timur bukan dalam finish good, tetapi berupa bahan baku industri yang tidak tersedia di Jawa Timur dan juga tidak tersedia di Indonesia. Dan proses industrinya dilakukan di Jawa Timur. Demikian win win solution, sehingga Jawa Timur mendapatkan nilai tambah dari retribusi pajak, ongkos, lapangan kerja, dan neraca perdagangan surplus,” kata Jamhadi yang juga Chief Executive Officer (CEO) Tata Bumi Raya Group.

Dikatakan Jamhadi, peluang produk Jawa Timur masuk Tiongkok atau China bisa dilakukan di 2 outlet yang melalui European Trade dan East Java Exchange Center di Tianjin.

Dari sektor pariwisata, Jamhadi memaparkan bahwa potensi wisata di Jawa Timur sangatlah besar dan sudah terkenal di dunia internasional. Dengan menggerakkan sektor pariwisata di Jawa Timur, artinya ikut pula menggerakkan sektor perekonomian lainnya, mulai dari UMKM, industri kreatif, properti, transportasi, telekomunikasi, dan lainnya.

Dia menyarankan agar sebaiknya maskapai penerbangan membuka rute direct fligt Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo ke China atau sebaliknya.

“Tapi kalau itu belum ada tidak ada masalah. Solusinya bisa membuat package tourism dari China ke Bali terus ke Jawa Timur. Ini akan menarik dan bisa berhasil karena turis China banyak ke Bali. Dan dari Bali ke Bandara Juanda ditempuh hanya 30 menit,” kata Ketua KADIN Surabaya ini.

Selanjutnya dari sektor investasi. Dihadapan Pemerintah Tianjin, Jamhadi memaparkan bahwa Foregin Direct Investor dan investor dari China di Jatim sudah lebih dari 10 tahun ini masuk 10 besar.

Saat ini, Pemprov Jatim telah bekerjasama dengan 7 provinsi yang ada di RRT, meliputi Shanghai, Tianjin, Shandong, Guangxi, Zhejiang, Jiangxi, dan Ningxia. Selain itu, di tingkat kabupaten/kota, seperti Surabaya dan Sidoarjo juga telah melakukan kerjasama sister city dengan daerah-daerah di Tiongkok yakni Surabaya dengan Guangzhou dan Xianmen, sedangkan Sidoarjo dengan Jinan.

Ketentuan TKA

Namun yang perlu mendapat perhatian serius ialah dari sektor tenaga kerja. Masuknya tenaga kerja asal Tiongkok mengikuti investasi asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Oleh karena itulah, tim Delegasi Jatim yang diwakili Jamhadi menjelaskan kepada Pemerintah Tianjin maupun di business forum yang dilaksanakan di Tianjin, bahwa di Jawa Timur tersedia 21 tenaga kerja dengan kualitas dan kinerja yang bagus.

Jamhadi dihadapan Pemerintah dan pengusaha Tianjin menegaskan bahwa tidak ada investor lain yang masuk ke Jawa Timur membawa pekerja asal negaranya dalam jumlah banyak, kecuali tenaga kerja ahli saat setting awal ataupun supervise.

“Apalagi karena upah minimum asal negara mereka juga sudah mahal. Untuk apa harus membawa tenaga kerja dari luar ke Jawa Timur,” tegas Jamhadi dalam paparannya.

Harus diakui, memang sebagian dari investor Tiongkok mengatakan bahwa masalah produktivitas. Namun, sekali lagi Jamhadi menjelaskan bahwa terkait skill dan produktivitas tenaga kerja Jati masih bisa ditingkatkan.

“KADIN selalu mengajak pelaku industry dan Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan menggunakan BLK (Balai Latihan Kerja). Sudah saatnya Jawa Timur dan Indonesia memiliki productivity center,” kata Jamhadi.

Lebih lanjut Jamhadi menjelaskan bahwa ketentuan Tenaga Kerja Asing (TKA) termasuk asal Tiongkok sudah ada regulasinya, yakni Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Substansi dari peraturan ialah pemberi kerja TKA wajib melakukan penyerapan tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI) sekurang-kurangnya 10 orang untuk penggunaan 1 orang TKA. Selain itu, juga diatur terkait izin mempekerjaan TKA untuk pekerjaan bersifat sementara, pekerjaan darurat dan mendesak, kawasan ekonomi khusus dan kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas, wilayah perairan, pemandu menyanyi.karaoke, pemegang izin tinggal tetap.

Adapun pembayaran dana kompensasi penggunaan TKA sebesar US$ 100 per jabatan/bulan untuk setiap TKA yang dibayarkan dimuka dan harus terkonversi dahulu ke rupiah.

“Selain hal tersebut, TKA harus mengikuti ketentuan Disnaker dan Keimigrasian. Untuk itu perlu pengawasan di lingkungan sekitar kita dan bila ada pelanggaran, kita laporkan ke pihak berwenang,” jelas Jamhadi. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com