Content: / /

Bertemu Dubes RI untuk Bahrain, Ketua KADIN Surabaya Berharap Pasar Timur Tengah Disupplai Produk dari Jawa Timur

Info Kadin

19 Februari 2018
Bertemu Dubes RI untuk Bahrain, Ketua KADIN Surabaya Berharap Pasar Timur Tengah Disupplai Produk dari Jawa Timur

Jamhadi menyerahkan buku direktori KADIN Surabaya kepada Nur Syahrir Rahardjo

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur dan KADIN Surabaya mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Kerajaan Bahrain, Nur Syahrir Rahardjo, pada Senin (19/2/2018). Pertemuan itu berlangsung di Hotel Bumi Surabaya mulai jam 10.00 WIB.

Tampak dalam pertemuan itu ialah Dr Ir Jamhadi, MBA (Ketua KADIN Surabaya/CEO Tata Bumi Raya Group), Rudiansyah (Direktur PT Jatim Grha Utama (JGU), holding Puspa Agro), Priyo Setya Budi (Direktur PT Lamicitra Nusantara Tbk), serta sejumlah pengusaha.

Dalam kesempatan itu, Jamhadi menyambut baik pertemuan antara Nur Syahrir Rahardjo bersama pengusaha asal Jawa Timur. Bahkan, Tim Ahli KADIN Jawa Timur ini meminta kepada Nur Syahrir agar Bahrain berinvestasi di Jawa Timur.

Sejauh ini, katanya, hubungan antara Indonesia dan Bahrain sangat erat. Total perdagangan antara kedua negara ini pada tahun 2016 mencapai US$ 101.411,1 juta, dengan rincian ekspor sebesar US$ 40.068,2 juta dan impor sebesar US$ 61.342,8 juta. Dan neraca perdagangan masih defisit sebesar US$ 21.274,6 juta.

“Neraca perdagangan Indonesia-Bahrain pada Januari sampai November 2017, masih defisit US$ -113.404,7 juta,” kata Jamhadi, yang terkenal sebagai pengusaha yang giat mensosialisasikan industri kreatif ini.

Lebih lanjut, Jamhadi menerangkan bahwa komoditas ekspor Indonesia ke Bahrain meliputi kendaraan bermotor, mesin pengolah data, dan kapal laut. Komoditas lain yang signifikan ialah alat kelistrikan, kertas, produk rumah tangga, ban dan alas kaki.

“Dan komoditas potensial yang diekspor ialah suku cadang mobil, makanan dan minuman, garmen, tekstil dan produk pertanian. Sedangkan komoditas impor Indonesia ialah minyak dan gas, produk aluminium, produk besi dan baja,” jelasnya.

Adapun proyek investasi Bahrain di Indonesia, yaitu Gulf one Investment Bank berinvestasi US$ 120 juta untuk proyek air minum di Tangerang, Elaf Bank Bahrain berinvestasi dalam skema sukuk senilai US$ 62 juta untuk proyek gas Java Energy Universe (JES), US$ 22 juta untuk PLTA Mini Enduring Rahardja.

Ada lagi Al Baraka Banjing Group telah membuka kantor perwakilan di Indonesia dan ingin membeli bank komersial Indonesia untuk dikembangkan. Bank Muammalat, Bank Boubyan – Kuwait and Alpha Lease and Finance Holding BSC, Bahrain mendirikan PT Al Ijarah Indonesia Finance. Dan Awali Holding. Co, tertarik untuk berinvestasi US$ 1 miliar-4 miliar untuk proyek smelter aluminium.

Di samping itu, pemberlakukan kebijakan bebas visa bagi warga negara (WN) Bahrain serta langkah-langkah promosi Indonesia baik di berbagai media maupun melalui berbagai event festival dan pertunjukan budaya dinilai mempengaruhi peningkatan jumlah wisman asal Bahrain.

Jumlah wisatawan Bahrain yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1.542 pada tahun 2014, lalu 1.585 selama tahun 2015, sebanyak 2.008 pada tahun 2016, dan 2.144 selama tahun 2017. (*)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com