Content: / /

Bertemu Dubes New Zealand, KADIN Surabaya Bahas Investasi Hingga Pariwisata

Info Kadin

05 Juni 2017
Bertemu Dubes New Zealand, KADIN Surabaya Bahas Investasi Hingga Pariwisata

Mr Trefor Ambassador New Zealand dlm Pertemuan KADIN srby dan P Hary Sunogo Konsul kerhormatan Beliau Siap Meningkatkn Hubungan dagang dan Investasi Surabaya dan Jatim,

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, menggelar pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) New Zealand untuk Indonesia, Dr Trevor Matheson di JW Marriot Hotel, pada Senin 5 Juni 2017. Pada pertemuan tersebut, Jamhadi didampingi pengurus KADIN Surabaya, yaitu Khalis Esbe, Chilman Suaidi, Kristin, dan M Zainuddin. Hadir pula Harry Sunogo selaku Konsul Kehormatan New Zealand sekaligus Presiden Direktur PT Sekar Laut, Tbk.

Pertemuan yang dilakukan mulai pukul 10.00 WIB ini membahas beberapa hal, di antaranya investasi, perdagangan, pendidikan, energy, hingga pariwisata. “Pertemuan dengan Dubes New Zealand bertujuan menjajaki peningkatan investasi, meningkatkan volume perdagangan dan kerja sama ekonomi kedua wilayah antara Jawa Timur dan Selandia Baru,” kata Jamhadi dalam keterangannya.

Pada pertemuan dengan Dr Trevor Matheson, Jamhadi menyampaikan bahwa selama 7 tahun terakhir, neraca perdagangan antara Jawa Timur dengan New Zealand cukup besar, namun selalu defisit.

“Makanya melalui pertemuan ini, kami meningkatkan nilai investasi. Income perkapita New Zealand cukup tinggi, yakni USD 37.000 per kapita, sedangkan Jawa Timur hanya USD 4.000,” jelas Jamhadi.

Dari data yang disampaikan Jamhadi, selama periode tahun 2011 sampai 2016, neraca perdagangan Jawa Timur dengan Selandia Baru selalu defisit. Pada tahun 2011, nilai ekspor Jatim ke Selandia Baru sebesar USD 39,62 juta, impor USD 97,44 juta, sehingga deficit USD 56,82 juta.

Lalu tahun 2012 defisit USD 227,09 juta (ekspor USD 40,74 juta dan impor USD 267,83 juta), tahun 2013 defisit USD 105,33 juta (ekspor 39,63 juta, impor USD 144,96 juta), tahun 2014 defisit USD 87,79 juta (ekspor USD 51,68 juta, impor USD 139,47 juta), tahun 2015 defisit USD 64,51 juta (ekspor USD 51,56 juta, impor USD 116,07 juta), dan tahun 2016 defisit USD 7,46 juta (ekspor USD 7,37 juta, impor USD 14,83 juta).

“Cara mengatasi defisit itu, maka KADIN Surabaya mengusulkan sejumlah hal ke Dubes New Zealand. Pertama, New Zealand membawa produk yang potensi untuk diinvestasikan di Jawa Timur. Misalnya dairy milk atau cream susu. Di Jawa Timur produk itu impor,” ujar Jamhadi.

Usulan lainnya ialah New Zealand diharapkan berinvestasi di Jawa Timur. Sebagai provinsi yang memiliki potensi cukup besar, Jawa Timur layak dikembangkan agribisnis yang saat ini perkembangannya cukup pesat di New Zealand.

“New Zealand ahli di bidang agribisnis. Cocok jika dikembangkan di Jawa Timur,” ujar Jamhadi, yang juga CEO PT Tata Bumi Raya, sebagai general contractor yang cukup besar.

Lalu, Jamhadi mengusulkan adanya Sister Kadin antara KADIN Surabaya dengan New Zealand. Dibentuknya sister KADIN kedua wilayah, sangat penting untuk meningkatkan kerjasama dalam berbagai sektor. Misalnya produk yang tidak tersedia di New Zealand bisa dipasok dari Jawa Timur. Produk itu seperti furnitur dari rotan atau bambu, kelapa, dan energy terbarukan.

“Produk kelapa atau furniture di New Zealand bisa diisi dari Jawa Timur. Untuk itulah, kami membawa pengusaha yang bergerak di sektor tersebut,” jelas Jamhadi.

Beberapa pengusaha itu ialah Chilman Suadi di bidang furnitur dari rotan dan bambu. Lalu Khales Esbe di bidang agribisnis dan perikanan, dan Kristin di bidang pengadaan alat kesehatan.

Usulan Jamhadi disambut baik oleh Dr Trevor Matheson. Menurutnya, dia tertarik untuk meningkatkan kerjasama di Jawa Timur dengan potensi yang dimilikinya. Dia tidak menyangkal, bahwa di New Zealand butuh produk-produk dari Jawa Timur. Misalnya produk rotan, bambu, dan kerajinan.

Di sektor pendidikan, kerjasama antara Jawa Timur dengan New Zealand cukup baik. Tercatat, jumlah pelajar asal Indonesia di New Zealand sekitar 1000 orang. Dan sektor pariwisata, banyak turis dari New Zealand mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur.

Hanya saja, kendalanya ialah tidak adanya direct flight antara New Zealand dengan Jawa Timur. “Kami harap ada direct filght,” katanya.

Dan untuk investasi, dia akan mengajak pengusaha New Zealand supaya bisa masuk ke Jawa Timur, khususnya investasi di sektor agro.

Di kesempatan itu, Harry Sunogo menerangkan bahwa terdapat 2 perusahaan besar dari New Zealand, yaitu Nuplex Industries yang bergerak di bidang resin, dan Fonterra di Cikarang. (Jun)

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com