Content: / /

Azkimore Buka Peluang Berbisnis

Fashion

11 Oktober 2017
Azkimore Buka Peluang Berbisnis

Christine dan Kun di tengah antara enam model tiga kanan tiga kiri. (het/zainuddin).

Digagas oleh dua perempuan Kunmas’adah dan Christine Wu dan Kunmas'adah, Azkimore dikembangkan sebagai sebuah bisnis busana muslim yang menjanjikan. Untuk mengenalkankan, Kun dan Christine –duo srikandi- menggelar Azkimore Special Gathering di Benowo Trade Center, Sabtu (7/10/2017).

 

Di depan 150 kastamer setia Azkimore, Kun dan Christine tak hanya menggelar 18 rancangan busana dari Azkimore yang terbaru.

Namun Christine yang kebagian menangani Azkimore di bagian marketing, branding, dan customer survice juga menjelaskan apa peluang bernisnis dengan Azkimore. Menurut Christine, -seorang business coach nasional-, busana cantik tak sekadar busana yang bisa membuat sosok wanita kelihatan cantik, anggun, mempesona, mewah, dan langsing. “Namun harus juga dibarengi dengan satu unsur lagi yaitu menghasilkan,” kata ibu dua putra itu.

Maksudnya memghasilkan adalah biasanya pada saat seseorang menggunakan busana dan terlihat wow lalu pasti teman teman akan bilang wow juga. Pujian cantik, anggun, kelihatan langsing dan bla bla itu akan lebih heboh lagi kalau busana ini juga menghasilkan income buat penggunanya yang kebanyakan perempuan atau kaum ibu. “Dengan Azkimore unsur menghasilkan itu bisa diwujudkan. Jadi jangan hanya mau tampil cantik, anggun, mempesona saja tapi para ibu yang menggunakan busana Azkimore juga pandai berbisnis,” katanya di depan hadirin.

Maka setiap perempuan yang tergabung dengan Azkimore dijanjikan Christine akan dibekali dan didampingi dalam menjadikan Azkimore sebagai lahan bisnis baru. Setelah bergabung maka segera akan ada pelatihan secara berkesimbungan serta challenge-challenge untuk kemajuan distributor maupun agen-agen. “Segera manfaatkan kesempatan ini karena Azkimore sangat menjanjikan di masa depan sebagai bisnis rumahan yang bisa dijalankan dengan mudah,” katanya.

Kerjasama Kunmas'adah dan Christine Wu memang tergolong baru. Namun keduanya bersepakat untuk mengembangkan Azkimore dengan pembagian kerja yang saling melengkapi. Jika Christine menangani semua proses di depan jadi termasuk branding, marketing dan customer service serta kerjasama-kerjasama isnis menjadi distributor dan keagenan, maka Kunmas'adah berkonsentrasi menangani proses di dalam atau fokus pada produksi.

Peran Kunmas'adah utamanya pada detail produk-produk Azkimore yang harus up to date mengikuti tren. Kun lah yang menuangan ide-ide rancangan yang kekinian dan lebih mengarah kepada kualitas sehingga kastamer menjadi sangat terpuaskan dan menjadi loyal dengan produk-produk Azkimore. Nah menurut Christine urusan dapur atau produksi ini kadang diabaikan oleh perusahaan garmen. Padahal ini peran yang sangat penting.

Maka Christine lalu turun untuk mengawal Kun agar menjaga kualitas produksinya. Sebab itulah modal untuk bisa dimunculkan kekuatan atau potensi bisnisnya. Kain, jahitan, ukuran, kenyamanan, warna, model dan semua pernak-pernik yang berkaitan dengan produksi menjadi ranah yang dipentingkan di Azkimore. “Mbak Kun lah yang kami tempatkan untuk mengurus internal itu semua sementara saya lebih pada urusan eksternal yang tak kalah pentingnya bila produk berkualitas siap dipasarkan,” katanya. (zainuddin).

 

Tinggalkan Komentar

www.kadinsurabaya.or.id adalah website resmi Kadin Surabaya

ketua Kadin Surabaya

Facebook

Office

Address:
Kompleks Ruko Manyar Megah Indah RMI Blok C-25 Jl. Ngagel Jaya Selatan
Surabaya 60284

Phone:
031-5043733, 5043569

Fax:
031-5026120

Email:
kadinsurabaya@yahoo.com